Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/10/2022, 11:05 WIB

KOMPAS.com - Rekaman video berhasil membuktikan apa yang telah lama dicurigai oleh para ahli biologi di Afrika Selatan selama ini.

Mereka berpikir, bahwa ada sekelompok orca atau paus pembunuh (Orcinus orca) secara sistematis berburu dan membunuh hiu putih besar di lepas pantai Afrika Selatan.

Kini, dugaan itu terbukti kebenarannya. Pengamatan yang dilakukan oleh pilot helikopter menunjukkan, bahwa dua atau tiga hiu putih besar dibunuh oleh sekelompok orca selama 71 menit.

Sementara rekaman dari pesawat nirawak juga mengungkap lima orca atau paus pembunuh melakukan penyerangan terhadap hiu putih.

Baca juga: Fakta-fakta Paus Orca, Si Paus Pembunuh

Mengutip Gizmodo, Sabtu (8/10/2022) selama 30 menit rekaman, orca terlihat mengejar, menyerang, dan memakan hiu di Teluk Mossel, dekat ujung selatan Afrika Selatan.

Analisis ilmiah dari rekaman ini kemudian diterbitkan di jurnal Ecology.

"Perilaku ini belum pernah disaksikan secara detail sebelumnya, apalagi dari udara," kata Alison Towner, ilmuwan senior hiu di Marine Dynamics Academy di Gansbaai, Afrika Selatan dan juga penulis utama studi.

Sejak 2017, delapan hiu putih besar telah terdampar di pantai Afrika Selatan dengan tanda-tanda telah diserang oleh orca. Tujuh dari delapan ikan kehilangan hati mereka.

Hiu putih besar (Carcharadon carcharias) adalah predator puncak di lautan. Mereka dapat tumbuh hingga 6 meter panjangnya, beratnya mencapai 2268 kilogram dan memiliki beberapa baris dari ratusan gigi runcing dan bergerigi yang sempurna untuk mengiris dan mencabik mangsa.

Towner menjelaskan, satu momen menarik dari rekaman memperlihatkan dua orca berenang di dekat seekor hiu putih besar, lalu orca ketiga tiba-tiba muncul dari kedalaman dan mendorong hiu ke permukaan.

Setelah itu, orca lain kemudian menggigit hiu.

Baca juga: Serba-serbi Hewan: Dijuluki Paus Pembunuh, Apa Orca Mengincar Manusia?

Sepotong hati hiu yang seukuran kepala orca kemudian terlihat mengambang di permukaan sebelum akhirnya dimakan oleh para orca.

Peneliti percaya, bahwa taktik serangan orca mungkin merupakan cara agar mulut hiu terbuka supaya bisa mendapatkan hati mereka.

Soal konsumsi hati itu sendiri, menurut Towner, orca kemungkinan menargetkan hati hiu putih, karena organ tersebut kaya nutrisi dan dapat mencapai sepertiga dari berat badan hiu.

Lebih lanjut, tak ada bangkai hiu yang kemudian terdampar setelah serangan itu.

Selain itu, peneliti juga percaya bahwa ada transfer informasi yang terjadi antara orca yang sudah berpengalaman ke orca lain, untuk mempelajari cara mengalahkan hiu putih sang predator puncak.

Baca juga: Momen Mengerikan 75 Ekor Orca Mangsa Paus Biru Hidup-hidup

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Gizmodo
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+