Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 06/10/2022, 11:05 WIB

KOMPAS.com - Peneliti menemukan hal yang menarik dalam pengamatan puluhan tahun mereka, terhadap simpanse dan gorila di alam liar Afrika Tengah.

Mereka berhasil mengungkap untuk pertama kalinya hubungan sosial yang kooperatif dan berkelanjutan dapat berkembang di antara kedua spesies tersebut.

Mengutip Science Alert, Rabu (5/10/2022) di Goualougo Triangle, wilayah konservasi di Republik Kongo, dua spesies terancam punah ini sering berpapasan.

Baca juga: Gorila dan Simpanse Terlibat Bentrok untuk Pertama Kalinya

Meski interaksi kadang berubang menjadi agresif, tapi itu jarang terjadi. Gorila dataran rendah barat (Gorilla gorilla gorilla) dan simpanse (Pan troglodytes) di bagian hutan seluas 250 kilometer persegi justru hidup berdampingan secara damai. Bahkan, mereka tampak akrab.

Biasanya kedua spesies akan berinteraksi selama sekitar satu jam. Tetapi, dalam situasi tertentu, keduanya bahkan bisa berinteraksi hampir sepanjang hari (hingga 8 jam).

Aktivitas yang dilakukan bersama mulai makan bersama, berkejaran, bergulat, bermain, dan bermain memukul satu sama lain.

Studi tentang simpanse dan gorila di tempat lain di Afrika telah melihat dua spesies berinteraksi sebelumnya, tetapi ini adalah dokumentasi formal pertama dalam jangka waktu yang lama dan dengan sangat detail.

"Sudah lama diketahui, bahwa kera ini dapat mengenali anggota individu dari spesies mereka sendiri dan membentuk hubungan jangka panjang, tetapi kami belum mengetahui bahwa ini meluas ke spesies lain," ungkap Crickette Sanz, antropolog biologi dari Washington University di St. Louis.

Selain melakukan penelitian mereka sendiri, Sanz dan rekan-rekannya juga meninjau laporan yang diterbitkan sebelumnya, tentang simpanse dan gorila antara tahun 1966 dan 2020.

Mereka menghitung 33 interaksi interspesifik yang terdokumentasi di delapan lokasi di Afrika.

Pengamatan yang dilakukan tim peneliti terbatas di Goualougo Triangle dari 1999 hingga 2020. Peneliti menghitung setidaknya 206 interaksi antara simpanse dan gorila.

Simpanse dan gorila yang diamati dalam penelitian saling menanggapi panggilan. Kelompok simpanse yang lebih besar justru cenderung bergaul dengan gorila.

Seekor simpanse bahkan meninggalkan kelompoknya untuk mencari individu tertentu di tempat lain. Sementara gorila juga diamati meninggalkan kelompok mereka untuk berkumpul dengan simpanse.

Baca juga: Fakta-fakta Gorila, Primata Terbesar di Dunia dari Afrika

Peneliti sendiri menyebut perilaku ini mungkin ada hubungannya dengan mencari makan dan berbagi informasi, mengingat dari sepertiga pengamatan, dua spesies ini makan bersama di pohon yang sama.

Lebih dari setengah interaksi antarspesies yang diamati oleh para ilmuwan memang terjadi di pohon ara (Ficus spp).

Pohon yang sangat langka di Goualougo Triangle ini hanya menawarkan buahnya selama tiga atau empat hari, yang berarti waktu sangat penting.

Ketika simpanse dalam jumlah besar menemukan buah ara yang sedang berbuah, mereka menyiarkan pengetahuan itu dengan keras sambil memberi makan.

Menariknya, gorila tampaknya menanggapi panggilan ini, terkadang mengubah arah perjalanan mereka untuk menuju ke arah suara.

Baca juga: Ilmuwan Ungkap Bagaimana Induk Simpanse Berduka Usai Kehilangan Anaknya

Namun, simpanse tak menunjukkan perilaku tertarik pada sumber makanan gorila.

Lebih lanjut, gorila akan memanjat pohon ara bersama dengan simpanse. Tapi di lain waktu, mereka berada di bawah tanah untuk memakan buah yang jatuh.

Hubungan sosial yang diamati antar kera ini, menunjukkan kedalaman sosial dan berbagai jalur transmisi sosial yang sebelumnya tak pernah dibayangkan.

"Wawasam seperti itu sangat penting, mengingat hubungan sosial antar spesies ini berpotensi berfungsi sebagai jalur transmisi bagi keduanya, misalnya perilaku budaya yang dipelajari secara sosial yang bermanfaat atau penyakit menular yang berbahaya," papar Jake Funkhouser, antropolog biologi dalam studi ini.

Penemuan di antara kera besar juga mengungkapkan potensi interaksi yang mungkin terjadi antara hominin awal.

Studi dipublikasikan di iScience.

Baca juga: Gorila Penangkaran Keluarkan Suara Mirip Batuk dan Bersin, Apa Artinya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+