Kompas.com - 08/09/2022, 13:05 WIB

KOMPAS.com - Katak memang tampak seperti hewan yang tak berbahaya, tapi faktanya semua spesies katak tak boleh sembarang dipegang, karena mereka mengeluarkan zat beracun melalui kulitnya.

Meski demikian, sebagian spesies katak, racunnya tak cukup membahayakan bagi manusia dan hewan lain, sementara beberapa jenis katak bisa sangat beracun, bahkan mematikan bagi manusia.

Baca juga: Ciri-ciri Katak, Hewan yang Mirip Kodok

Katak paling beracun di Bumi

Katak sangat beracun yang paling ternama adalah katak racun emas (Phyllobates terribilis), di tubuhnya mengandung racun yang cukup untuk membunuh 20.000 tikus atau 10 orang dewasa.

Katak racun emas bahkan disebut sebagai hewan paling beracun di Bumi. Karena, hanya dengan menyentuhnya saja bisa sangat berbahaya.

Efek dari racun katak racun emas dapat mencegah saraf mengirimkan impuls hingga menyebabkan gagal jantung. Kematian akibat racun katak racun emas ini dapat terjadi dalam waktu 10 menit saja dan tidak ada obatnya.

Tapi, katak racun emas tidak memiliki gigi tajam atau duri untuk menyerang predator dengan racunnya.

Sama seperti katak lainnya, Ia pun hanya dapat mengeluarkan racun melalui kulit. Bisa dibilang, racun adalah satu-satunya alat perlindungan diri yang dimiliki katak racun emas.

Baca juga: Apakah Katak Pohon Beracun?

Katak racun emas, salah satu hewan paling beracun di bumi.PIXABAY/POLLYDOT Katak racun emas, salah satu hewan paling beracun di bumi.

Populasi katak racun emas

Amfibi berwarna cerah ini termasuk yang terbesar dari lebih dari 100 spesies katak racun emas, dengan panjang rata-rata lebih dari satu inci.

Katak racun emas tinggal di sebidang kecil hutan hujan di pantai Pasifik Kolombia. Penduduk asli Emberá di Kolombia telah menggunakan racun katak racun emas yang kuat selama berabad-abad untuk mengarahkan panah sumpit mereka saat berburu.

Sayangnya, saat ini spesies katak racun emas masuk dalam daftar terancam punah internasional. Ini karena terjadinya penipisan hutan hujan yang terus mengancam populasi mereka.

Di sisi lain, komunitas peneliti medis tengah mengeksplorasi kemungkinan penggunaan obat dari racun katak racun emas. Mereka telah mengembangkan versi sintetis dari salah satu senyawa racun yang menjanjikan, sebagai obat penghilang rasa sakit yang kuat.

Meski hingga kini para ilmuwan belum yakin dari mana sumber racun luar biasa dari katak racun emas, ada kemungkinan katak racun emas mengasimilasi racun tanaman, yang dibawa oleh mangsanya.

Baca juga: Apa Makanan Katak?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.