Kompas.com - 19/08/2022, 18:05 WIB

KOMPAS.com - Pecinta ikan predator tentunya tidak asing dengan Chana maruliodes atau lebih dikenal sebagai ikan Channa maru. Dalam pemeliharaannya, ternyata disarankan untuk tidak memberi makan ikan tersebut dengan daging ayam atau daging sapi.

Ikan primitif dari anggota keluarga Channidae asli Indonesia ini tersebar di Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sumatera, Bangka Belitung, Samarinda, hingga Kepulauan Sunda Besar.

Channa maru yang juga disebut sebagai Emperor Snakehead atau Cobra Snakehead, dilirik para penghobi dikarenakan memiliki warna dan corak yang eksotis.

Ikan Channa maru mempunyai beragam jenis warna, salah satunya dominan berwarna hitam, yang khas dengan warna oranye kekuningannya. Jenis ini dikenal sebagai Channa marulioides yellow sentarum (Channa maru ys).

Di sejumlah marketplace, ikan gabus yang sering juga disebut emperor snakehead. Harga ikan channa jenis ini dijual mulai dari puluhan hingga ratusan ribu sesuai dengan ukurannya.

Meskipun dapat tumbuh mencapai ukuran yang besar, ikan Channa maru bisa dipelihara di akuarium, dengan catatan disesuaikan dengan ukuran ikannya.

Baca juga: Mengenal Ikan Channa Barca, Ikan Hias Berkepala Ular dengan Harga Fantastis

 

Berapa kali memberi makan ikan Channa maru?

Saat masa pertumbuhan, memberikan makan ikan Channa maru bisa dilakukan setiap harinya. Akan tetapi, ketika ukuran ikan Channa sudah mencapai 30 cm, memberikan makan ikan Channa ini cukup dilakukan 2-4 kali seminggu.

Ikan Channa maru tidak memerlukan makanan setiap harinya seperti yang diyakini secara umum.

Faktanya, periode puasa untuk pencernaan ini menjadi cara sehat untuk menghindari pertumbuhan bakteri internal dan sembelit yang mungkin menyebabkan kembung.

Untuk jenis makanan ikan Channa, semua makanan hidup, makanan beku, potongan ikan, hingga pelet, dapat dikonsumsi ikan hias ini. Namun, jangan memberikan ikan ini makanan berupa daging sapi atau daging ayam.

Menurut Aqua Info, disarankan hindari memberi makan ikan Channa dengan daging ayam atau sapi, dikarenakan beberapa lipid dari sumber daging tersebut tidak dapat dimetabolisme dengan baik oleh ikan, sehingga bisa menyebabkan timbunan lemak berlebih bahkan degenerasi organ.

Baca juga: Ikan Channa, Predator Mini yang Diminati Menjadi Ikan Hias

Halaman:
Sumber Aqua Info
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.