Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Salamander, Hewan Amfibi yang Aktif Cari Makan di Malam Hari

Kompas.com - 19/08/2022, 10:02 WIB
Zintan Prihatini,
Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

Tim Redaksi

Sumber Britannica

KOMPAS.com - Salamander adalah hewan amfibi yang termasuk dalam ordo Caudata. Untuk diketahui, amfibi merupakan hewan yang bisa hidup di dua alam yakni darat dan air. Mereka juga lebih aktif mencari makan di malam hari. 

Salamander paling sering ditemukan di air tawar dan hutan lembap, terutama di daerah beriklim di belahan bumi utara.

Ciri-ciri salamander ialah bertubuh pendek dan ramping, berkaki empat, memiliki kulit lembap, dengan panjang tubuh sekitar 10 hingga 15 cm.

Lantaran spesies salamander sangat banyak, ukurannya pun beragam. Misalnya saja, salamander raksasa China yakni Andrias sligoi dapat tumbuh hingga 2 meter panjangnya.

Sedangkan spesies Andrias davidianus dapat tumbuh hingga 1,8 meter, dan salamander raksasa Jepang atau Andrias japonicus dapat memiliki panjang hingga 1,7 meter.

Baca juga: Amfibi Terbesar di Dunia Ditemukan, Salamander Raksasa Hampir 2 Meter

Adapun salamander terkecil adalah spesies salamander pigmi yang panjangnya hanya mencapai 1,7 cm. Hewan salamander ini juga memiliki motif seperti totol-totol berwarna cerah.

Jenis makanan salamander

Dikutip dari Encyclopedia Britannica, Minggu (15/5/2022) salamander adalah hewan pemakan serangga, cacing, siput, dan hewan kecil lainnya, termasuk anggota spesies mereka sendiri.

Seperti amfibi pada umumnya, hewan salamander menyerap air melalui kulit. Oleh karena itu, salamander membutuhkan habitat yang lembap.

Uniknya, ketika berada di daerah dengan suhu di bawah titik beku, salamander cenderung lebih sering berhibernasi.

Kebanyakan salamander dewasa bersembunyi di siang hari, dan akan makan di malam hari.

Beberapa spesies salamander tetap tersembunyi di bawah tanah sampai musim kawin, atau mungkin muncul hanya ketika tingkat kelembapan maupun suhu sesuai.

Banyak spesies salamander, terutama famili Plethodontidae sangat terestrial atau hidup di tanah dan menghindari kolam maupun sungai.

Baca juga: Aneh, Ilmuwan Temukan Salamander Liar yang Tak Bergerak Selama 7 Tahun

Perkawinan salamander

Fertilisasi dalam subordo Cryptobranchoidea bersifat eksternal. Namun, pada salamander lainnya, pembuahan biasanya terjadi secara internal.

Pejantan umumnya menghasilkan spermatofor, atau wadah sperma yang diberikan kepada betina melalui lubang kloaka (saluran reproduksi).

Perkembangbiakkan salamander biasanya terjadi di air. Akan tetapi, pada anggota tertentu dari Salamandridae dan sebagian besar spesies famili Plethodontidae berkembang biak di darat.

Seperti yang diketahui, kadal, cicak dan tokek bisa memutuskan ekor dan menumbuhkannya kembali.

Kemampuan ini juga dimiliki salamander, di mana mereka bisa menumbuhkan ekor yang sama persis dengan ekor yang lama. Tak hanya itu saja, salamander pun dapat menumbuhkan kembali kaki-kakinya yang putus seperti semula.

Baca juga: Ahli Temukan Tanaman Langka Pemakan Salamander di Kanada

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Britannica
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com