Kompas.com - 16/08/2022, 19:30 WIB

 

KOMPAS.com - Monyet ekor panjang saat ini telah berstatus konservasi terancam berbahaya (endangered/EN) risiko kepunahan, versi Uni Internasional untuk Konservasi Alam (The International Union for Conservation of Nature/IUCN).

Sebelumnya, status konservasi monyet ekor panjang adalah Vulnerable (VU: Rentan).

Vulnerabel merupakan status konservasi untuk kategori spesies yang menghadapi risiko kepunahan di alam liar di waktu yang akan datang.

Sedangkan, endangered adalah status konservasi untuk spesies yang sedang menghadapi risiko kepunuhan di alam liar pada waktu dekat.

Baca juga: Studi Ungkap Monyet Bermain untuk Hindari Konflik dengan Kawanan

Melansir Internasional Animal Rescue (IAR) edisi (12/8/2022), kenaikan status konservasi monyet ekor panjang ini dikarenakan banyaknya kasus sedih yang mengancam kehidupan satwa yang satu ini.

Monyet ekor panjang ini tidak lagi dapat hidup air, dan dijadikan bahan uji bio medis, perdagangan ilegal, aksi hiburan topeng monyet, serta pemburuan liar.

Untuk diketahui, meskipun populasi monyet ekor panjang ini tersebar di ruang lingkup kawasan Asia Tenggara, namun jumlah populasinya secara pasti masih menjadi tanda tanya besar.

Baca juga: 5 Hewan yang Memiliki Ekor Paling Panjang, Ada Burung hingga Monyet

Hal ini dikarenakan, monyet ekor panjang merupakan satwa yang mudah untuk beradaptasi di berbagai macam lingkungan dan iklim cuaca.

Manager Manajemen Satwa Yayasan IAR Indonesia (YIARI) Bogor, drh. Wendi Prameswari dalam sebuah webinar PRIMALI Berdaya keempat bertajuk ‘Raising Awareness fot Living Beings: Long-Tailed Monkey Conservation’ pada (3/8/2022) pun sempat menyinggung permasalah satwa monyet ekor panjang ini.

Wendi menjelaskan, monyet ekor panjang merupakan makhluk sosial dan mereka memiliki sistem berkelompok.

Dengan begitu, ketika terdapat manusia yang memburu monyet ekor panjang, maka pemburu itu harus memisahkan induk dengan anaknya.

Dalam kondisi tersebut, tidak jarang ada saja manusia yang bahkan dengan tega, bukan hanya memisahkan tetapi membunuh sang induk untuk mendapatkan anak monyet ekor panjang itu.

Seperti yang telah disebutkan di atas, perburuan monyet ekor panjang ini pun didasari oleh banyak hal, di anataranya yakni uji laboratorium biomedis, dipelihara secara ilegal dan diperdagangkan.

Baca juga: Spesies Monyet Langka Ditemukan Kembali di Pegunungan Myanmar

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.