Kompas.com - 13/08/2022, 10:00 WIB

KOMPAS.com - Rokok elektrik atau vape rupanya tidak hanya berdampak sangat buruk bagi kesehatan, tetapi juga lingkungan. Bahkan, rokok elektrik disebut layak dikategorikan sebagai sampah bahan berbahaya beracun (B3) karena kandungan dan jumlahnya yang masif.

Peneliti dan Pengembangan dari Indonesian Youth Council for Tobacco Control (IYCTC), Oktavian Denta mengatakan, kehadiran rokok elektronik menjadi beban ganda epidemi produk adiktif yang dapat mengancam generasi Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia.

Dia menegaskan bahwa rokok elektronik jelas akan menjadi penghambat pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024.

“Hal ini dikarenakan rokok elektronik terbukti berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan,” kata Denta kepada Kompas.com, Jumat (12/8/2022).

Baca juga: Awas, Rokok Elektrik Sama Bahayanya dengan Rokok Konvensional

Vape termasuk sampah B3

Hasil kajian dari berbagai sumber dikuatkan dengan hasil Focus Group Discussion (FGD) IYCTC bersama 15 orang aktivis dari organisasi pemerhati lingkungan pada 16 April 2020 sepakat bahwa rokok elektronik memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan harus dikelola sesuai dengan tata cara pengelolaan sampah B3 karena jumlah sampahnya yang masif.

Untuk diketahui, sampah rokok elektronik meliputi katrid isi ulang dengan sisa nikotin, baterai, sirkuit elektronik yang dapat mencemari air dan tanah.

Rokok elektrik yang dibuang juga dapat menjadi sumber kontaminasi logam, baik secara langsung dari proses degradasi komponen listrik maupun secara tidak langsung melalui .

Jenis logam yang banyak ditemukan dalam rokok elektrik yaitu aluminium, barium, kadmium, kromium, tembaga, besi, timbal, nikel, perak, timah dan seng.

Cemaran logam berat yang dihasilkan rokok elektrik mencapai 10 kali lipat di atas nilai ambang batas yang ditentukan berdasarkan peraturan di Amerika Serikat.

Baca juga: Bahaya Rokok Elektrik, Berpotensi Merusak Perkembangan Otak

Baterai rokok elektrik juga berbahaya bagi lingkungan karena mengandung kadmium dan mangan yang dapat mencemari tanah.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.