Kompas.com - 29/07/2022, 07:05 WIB

KOMPAS.com - Para ilmuwan telah menemukan fosil plesiosaurus, reptil laut berleher panjang dari zaman dinosaurus di sistem sungai berusia 100 juta tahun, yang sekarang merupakan wilayah Gurun Sahara, Maroko.

Penemuan ini pun memberikan wawasan baru, karena menunjukkan bahwa spesies plesiosaurus yang sebelumnya dianggap sebagai makhluk laut, kemungkinan pernah hidup di air tawar.

Plesiosaurus pertama kali ditemukan pada tahun 1823 oleh pemburu fosil, Mary Anning. Fosil yang ditemukan saat itu berupa kepala kecil, leher panjang dengan empat sirip panjang.

Baca juga: Ahli Ungkap Dinosaurus Jadi Makanan Terakhir Buaya Purba

Hal tersebut pun kemudian mengilhami rekonstruksi Monster Loch Ness yang ditemukan di danau Loch Ness.

Kini dalam temuan baru, peneliti dari University of Bath bersama gabungan peneliti lainnya mengungkapkan hal baru dari dinosaurus plesiosaurus.

Mengutip Phys, Rabu (27/7/2022) dari fosil tulang dan gigi plesiosaurus dewasa sepanjang tiga meter dan tulang lengan bayi plesiosaurus sepanjang 1,5 meter, peneliti mengungkapkan bahwa makhluk itu rupanya rutin hidup dan makan di air tawar bersama katak, buaya, kura-kura, ikan, dan dinosaurus air besar Spinosaurus.

Fosil menunjukkan, plesiosaurus beradaptasi untuk mentolerir air tawar, bahkan mungkin menghabiskan hidup mereka di sana seperti lumba-lumba sungai saat ini.

"Fosil tulang yang terisolasi sebenarnya memberi tahu kita banyak tentang ekosistem purba dan hewan di dalamnya. Mereka jauh lebih umum daripada kerangka, mereka memberi Anda lebih banyak informasi untuk dikerjakan," ungkap Dr. Nick Longrich, penulis studi ini.

Sementara tulang memberikan informasi di mana hewan mati, giginya bisa mengungkap di mana hewan itu tinggal. Terlebih lagi, gigi fosil menunjukkan kausan yang berat seperti dinosaurus pemakan ikan Spinosaurus yang ditemukan di lokasi yang sama.

Hal tersebut menyiratkan bahwa plesiosaurus memakan makanan yang sama, yaitu menggigit ikan lapis baja yang hidup di sungai. Ini menunjukkan pula bahwa mereka menghabiskan banyak waktu di sungai daripada hanya datang sesekali.

Sementara hewan laut seperti paus dan lumba-lumba berkeliaran di sungai untuk mencari makan atau karena mereka tersesat, jumlah fosil plesiosaurus di sungai menunjukkan bahwa itu tak terjadi pada mereka.

Baca juga: Langka, Ahli Temukan 17 Gigi Dinosaurus Sauropoda di Australia

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Sumber PHYSORG
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.