Kompas.com - 28/07/2022, 16:03 WIB

KOMPAS.com - HIV adalah singkatan dari human immunodeficiency virus. HIV menjadi salah satu penyakit menular yang sampai saat ini masih mewabah di berbagai negara di dunia. Lalu, bagaimana potensi penularan orangtua dengan HIV kepada anaknya?

Untuk diketahui, HIV merupakan penyakit yang menyerang CD4, yaitu salah satu bagian dari sistem imun manusia.

Dengan sistem imun yang lemah akibat diserang HIV, pasien HIV akan mudah terkena infeksi oportunistis atau infeksi sekunder.

Baca juga: 3 Tahap Perkembangan Infeksi HIV Menjadi AIDS

Hingga saat ini, dunia belum menemukan obat yang bisa menyembuhkan HIV secara total. Namun, hanya ada obat yang mampu mengontrol HIV saja.

Ahli Patologi Klinis, Dr. dr Agnes R. Indrati Sp.P(K), M.Kes mengatakan, pada dasarnya potensi penularan HIV/AIDS dari orangtua kepada anaknya, terutama dari ibu ke bayinya memang sangat bisa terjadi.

“Jadi memang itu yang menjadi kekhawatiran,” kata Agens dalam diskusi WAN IFRA: World Editors Forum Science in the Newsroom, Rabu (20/7/2022).

Penularan HIV ini sudah bisa terjadi bahkan sejak bayi dalam kandungan ibunya, karena virus HIV yang ada di tubuh ibu hamil itu bisa bertransmisi kepada janin sampai ia dilahirkan.

Dijelaskan Agnes, penularan HIV dari ibu ke anak itu bisa terjadi melalui tiga cara yaitu masa kehamilan melalui plasenta, melalui jalur persalinan, dan melalui pemberian Air Susu Ibu (ASI).

Namun demikian, masih ada beberapa cara mengurangi risiko penularan HIV dari ibu kepada anaknya, yakni sebagai berikut.

1. Mengurangi jumlah virus dalam tubuh ibu

Agnes menjelaskan, bahwa salah satu tindakan yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko penularan ibu kepada anaknya adalah mengurangi jumlah virus dalam tubuh ibu.

Jika kadar virus HIV dalam tubuh ibunya rendah atau jika jumlah virusnya bisa ditekan atau dikurangi, maka hal itu bisa juga menekan risiko penularan HIV kepada anak.

“Sebenarnya, itu target kita pada pasangan yang mau mempunyai anak,” kata Agnez.

Pasangan yang diketahui sebagai Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), diminta untuk konseling dan memeriksakan diri terkait jumlah virus yang ada di dalam tubuhnya, sebelum menjalankan program kehamilan.

“Itu akan sangat, sangat mengurangi transmisi (HIV/AIDS) dari ibu ke anak,” ujarnya.

Hal itu dapat meminimalisir dampak buruk terhadap penularan HIV/AIDS kepada anak-anak.

Baca juga: Pasien HIV Bisa Hidup dengan Normal, Mitos atau Fakta?

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.