Kompas.com - 27/07/2022, 20:05 WIB

KOMPAS.com - Hiu bukanlah hewan baru di planet ini. Sebagai sebuah kelompok, mereka telah ada setidaknya selama 450 juta tahun.

Bahkan predator ini mampu selamat dari empat kepunahan massal yang salah satunya memusnahkan dinosaurus nonavian 66 juta tahun lalu pada akhir Zaman Kapur.

Hal tersebut membuat hiu lebih tua dibandingkan dengan dinosaurus yang baru muncul sekitar 240 juta tahun yang lalu. Bahkan pohon, baru berevolusi di Bumi sekitar 390 juta tahun lalu.

Baca juga: Dicap Predator Puncak, Hiu Putih Ternyata Takut dengan Hewan Ini

Namun, bagaimana mereka bisa eksis selama itu sebagai sebuah kelompok? Apa yang menjadi rahasia kesuksesan mereka?

Dikutip dari Live Science, Selasa (26/7/2022) salah satu penjelasannya adalah hiu mampu memodifikasi fisiologinya sebagai respons terhadap kondisi lingkungan, seperti menyusutnya ukuran tubuh saat suhu meningkat.

Kemampuan ini memungkinkan spesies untuk dengan cepat beradaptasi dengan relung ekologi yang berubah dengan cepat.

Hiu sendiri merupakan kerabat dekat skate, pari, dan chimera yang semuanya termasuk dalam kelompok ikan yang dikenal sebagai chondrichthyes, yang berbeda, karena sebagian besar kerangka mereka terbuat dari rulang rawan.

Salah satu bukti yang menunjukkan bentuk adaptasi itu adalah studi ekspresi gen pada skate, yang mengungkap kemampuan beradaptasi ketika air yang mereka huni berubah menjadi beberapa derajat suhunya.

Populasi skate musim dingin (Leucoraja ocellata) yang tinggal di Teluk selatan St. Lawrence, Kanada mampu beradaptasi dengan suhu air yang meningkat hingga 10 derajat Celcius dalam kurun waktu 7000 tahun.

Adaptasi itu dilakukan dengan mengurangi ukuran tubuh sebesar 45 persen. Dalam evolusi, 7000 tahun adalah waktu yang singkat. Hal itu lah yang membuat para ilmuwan berpikir, bahwa perubahan ukuran skate yang cepat disebabkan oleh respon epigenetik.

Respons epigenetik terjadi di mana ekspresi gen diubah, karena faktor lingkungan daripada seleksi alam secara bertahap.

Sementara, Christopher Lowe, profesor biologi kelautan dan direktur Shark Lab di California State University Long Beach menuturkan, bahwa beberapa hiu unik karena mereka memiliki genom yang sangat besar.

Genom tersebut mungkin mengandung gen yang meskipun tak berguna sekarang, mungkin bermanfaat untuk mentoleris kondisi iklim masa lalu.

Baca juga: Tubuhnya Sangat Besar, Apakah Hiu Paus Berbahaya bagi Manusia?

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.