Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cegah Anak Stunting sejak Sebelum Kehamilan dengan 6 Syarat Ini

Kompas.com - 26/07/2022, 07:00 WIB
Zintan Prihatini,
Shierine Wangsa Wibawa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita, yang salah satunya disebabkan oleh kurangnya kecukupan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Berkaitan dengan hal itu, Dokter Anak Konsultan Neonatologi, Prof Dr dr Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A (K), berkata bahwa risiko stunting sebenarnya sudah ada sejak bayi masih dalam kandungan. Meski begitu, risiko tersebut masih bisa dicegah bahkan setelah bayi lahir.

"Kapan terjadi stunting? Sejak di dalam kandungan sebetulnya sudah terjadi. Tapi berdasarkan penelitian, dalam kandungan itu hanya 20 persen, artinya stunting 80 persen terjadinya sesudah lahir. Jadi bisa kita cegah," terangnya dalam media briefing memperingati Hari Anak Nasional 2022 yang digelar Fresenius Kabi, Senin (25/7/2022).

Stunting, lanjut dia, dapat terjadi lantaran anak kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Padahal, gizi sangat penting di 1.000 HPK anak, dan bila kekurangan ini terus berlangsung maka perkembangan dan pertumbuhan berlangsung dengan tidak optimal.

Baca juga: Anak Pendek Belum Tentu Stunting, Ketahui Ciri-cirinya

Prof Rinawati menuturkan, mencegah stunting 80 persen bisa dilakukan setelah bayi lahir, dengan memastikan anak cukup gizi terutama hingga ia berusia 2 tahun.

"Karena dalam dua tahun itu ada yang namanya pertumbuhan otak manusia, yang normal itu 83 persen sudah terjadi di usia 2 tahun. Nanti sampai usia 5 tahun cuma sampai 95 persen," ucap Rinawati.

"Tapi kalau dari dua tahun baru diuber-uber, ya dapatnya hanya bertambah 12 persen, itu sebabnya dari awal jangan ketinggalan. Dari kapan (stunting dicegah)? Dari mulai pembuahan, dari mulai kehamilan," sambungnya.

Inilah sebabnya penting bagi ibu hamil rutin melakukan pemeriksaan, setidaknya empat kali selama masa kehamilan. Tujuannya tak lain ialah untuk memastikan bayi dalam kondisi sehat, juga berat badannya cukup sesuai usia.

6 syarat untuk hamil sehat

Berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, angka stunting di Indonesia sebesar 24,4 persen atau satu dari empat anak mengalami kondisi ini.

Guna menekan angka ini, Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Erna Mulati, M.Sc, CMFM, menyebutkan bahwa pencegahan stunting sudah dapat dilakukan sejak sebelum kehamilan dengan pemeriksaan kesehatan.

Baca juga: 7 Provinsi Catat Angka Stunting Tertinggi se-Indonesia, Ini Strategi Kemenkes untuk Mengatasinya

"Untuk mengatasi hal ini, maka program yang ada di Kementerian Kesehatan adalah melakukan pelayanan kesehatan masa sebelum hamil dalam mendukung penurunan AKI (angka kematian ibu), AKB (angka kematian bayi), dan stunting," ungkap Erna dalam kesempatan yang sama.

Dalam programnya, pemerintah telah mengatur pelayanan tersebut, di mana calon pengantin akan menjalani komunikasi informasi dan edukasi (KIE) kesehatan reproduksi berupa bimbingan perkawinan di lembaga agama atau KUA, serta konseling individu atau bersama pasangan di puskesmas.

Kepada pasangan usia subur, remaja, serta calon pengantin, dilakukan pemeriksaan kesehatan atau skrining layak hamil, jika layak bisa menjalani persiapan kehamilan sehat. Sebaliknya, calon pengantin bisa dinyatakan tidak layak jika berisiko tinggi (terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, terlalu banyak), dan mempunyai masalah kesehatan.

"Jika tidak layak maka ada dua pilhan, yang bersangkutan mengikuti pelayanan KB terlebih dahulu, dan dilakukan tata laksana masalah kesehatan yang ada. Sehingga kita harapkan pada saat hamil betul-betul dalam kondisi kehamilan sehat," imbuhnya.

Baca juga: Target 14 Persen di 2024, BKKBN Ungkap 5 Pilar Percepatan Penurunan Stunting

Dia membeberkan, ada beberapa syarat kondisi ideal untuk hamil sehat antara lain:

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com