Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mumi Mesir Berusia 2.000 Tahun Ini Punya Kanker Hidung, Seperti Apa?

Kompas.com - 23/07/2022, 10:02 WIB
Mela Arnani,
Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

Tim Redaksi


KOMPAS.com - Para arkeolog di Polandia telah mempelajari mumi wanita Mesir berusia 2.000 tahun yang meninggal dunia di usia muda. Setelah dipindai, peneliti menemukan kanker hidung pada mumi Mesir ini.

Sebuah bukti menunjukkan, mumi tersebut meninggal karena kanker hidung atau kanker nasofaring, dan penemuan ini dapat memberikan informasi terbaru mengenai asal-usul kanker di masa kuno.

Pada tahun 2018, Wotjek Ejsmond, salah satu dari tiga pendiri Proyek Mummy Warsawa mengatakan, mumi ini pertama kali dibawa ke Polandia tahun 1826 oleh arkeolog Jan Wezyk-Ruzki.

Marzena Ozarek-Szike dari departemen onkologi di Universitas Kedokteran Warsawa yang juga ahli paleontologi Proyek Mummy Warsawa menjelaskan bahwa penelitian mumi Mesir tentang asal kanker dalam sebuah artikel yang diterbitkan di Science in Poland.

Menurutnya, wanita Mesir ini kemungkinan besar meninggal dunia karena karsinoma nasofaring atau kanker nasofaring, yang terbentuk di saluran hidung.

Baca juga: Peneliti Ungkap Isi di Balik Mumi Mesir Kuno Berselimut Semen

Kanker hidung mumi Mesir

Lebih lanjut, Profesor Rafal Stec yang bekerja di Departemen Onkologi di Universitas Kedokteran Warsawa menjelaskan bahwa perubahan yang tidak biasa pada tulang nasofaring mumi, bukanlah sesuatu yang khas dari proses mumifikasi.

Selanjutnya, tim ahli radiologi yang melihat hasil tomografi terkomputerisasi menemukan kemungkinan perubahan tumor pada tulang.

Penyakit ini terjadi saat sel kanker ganas terbentuk di jaringan nasofaring. Nasofaring terletak di bagian bawah dan belakang tengkorak di bagian belakang hidung dan langit-langit mulut.

Bagian atas nasofaring terhubung ke rongga hidung, sedangkan bagian bawahnya terhubung ke tenggorokan tengah. Adapun gejala karsinoma nasofaring meliputi kesulitan bernapas, berbicara, atau mendengar.

Untuk mengonfirmasi dugaan diagnosis tumor ganas di dasar tengkorak mumi, peneliti akan mengumpulkan lebih banyak sampel jaringan.

Selanjutnya diagnosis kanker hidung pada mumi tersebut akan dibandingkan dengan sampel dari banyak mumi Mesir kuno lainnya yang disimpan di museum dan laboratorium di Inggris dan Amerika Serikat.

Baca juga: Ratusan Mumi Ditemukan Arkeolog di Pemakaman Kuno Mesir

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com