Kompas.com - 21/07/2022, 13:05 WIB

KOMPAS.com - Indonesia merupakan negara endemik dari penyakit demam berdarah dengue (DBD). Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Ketua UKK Infeksi dan Penyakit Tropis Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.A(K) menegaskan, dengue merupakan penyakit sistemik dan dinamis yang kondisinya tidak hanya berkaitan dengan jumlah trombosit dalam tubuh.

“Dengue (DBD) itu kalau berat bisa mengenai seluruh organ tubuh, tidak hanya pendarahan,” ujar Anggi dalam acara “Hari Anak Nasional: Perlindungan Keluarga dari Bahaya Demam Berdarah Dengue” yang diselenggarakan PT Takeda Indonesia, Rabu (20/7/2022).

Baca juga: Hendropriyono Dirawat akibat Demam Berdarah, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Ia menambahkan, satu dari 20 pasien DBD bisa mengembangkan kondisi yang berat dan berakhir fatal. Untuk itu diperlukan penanganan yang cepat dan tepat bagi pasien agar kondisi tak memburuk.

Menurut Anggi, bayi dan orang dengan penyakit penyerta (komorbid) menjadi kelompok berisiko tinggi yang jika terkena dengue bisa mengembangkan kondisi parah.

Komorbid yang  berisiko di antaranya diabetes melitus, penyakit jantung, penyakit paru kronik, gagal ginjal, penyakit hemolitik, hingga kelainan hati kronik,

“Untuk memprediksi siapa yang menjadi berat (kondisi jika terkena dengue) tidak mudah, memang komorbid (orang dengan penyakit penyerta) atau bayi (bisa berkembang ke kondisi parah),” jelas dia.

Baca juga: Perangkap Telur Nyamuk Ini Bisa Kendalikan Nyamuk Demam Berdarah, Ini Penjelasannya

Anak-anak rentan terinfeksi demam berdarah

Seperti diketahui, nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di lingkungan sekitar manusia. Nyamuk akan bertelur di air bersih, sehingga tempat yang terdapat air menggenang sangat cocok untuk nyamuk ini.

Ketika bermain, anak-anak lebih sering berada di tempat dengan populasi nyamuk Aedes aegypti dan Aeded albopictus. Inilah yang menyebabkan mereka lebih rentan terinfeksi dibandingkan orang dewasa.

Perlu digarisbawahi, nyamuk yang membawa penyakit demam berdarah tidak hanya berkembang biak di lingkungan kumuh, melainkan dapat juga hidup di lingkungan yang bersih, bahkan perumahan maupun perkotaan sekali pun seperti di genangan air pot tanaman, dispenser, dan lainnya.

Nyamuk yang menjadi inang dari penyakit dengue lebih aktif di siang hari dengan puncaknya pukul 08.00-13.00 dan 15.00-17.00.

Dibandingkan nyamuk jenis lain, nyamuk ini cenderung menyukai aroma tubuh manusia, termasuk aroma pada baju-baju yang telah dipakai dan digantungkan.

Sehingga, penting mengetahui tempat perkembangbiakan nyamuk di dalam atau luar rumah, termasuk sekolah dan tempat bermain.

Baca juga: Gejala dan Penyebab Penyakit Demam Berdarah yang Harus Diwaspadai

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.