Kompas.com - 21/07/2022, 12:01 WIB

KOMPAS.com - Polusi udara menjadi salah satu persoalan yang masih terus terjadi sampai saat ini, dan berdampak buruk bagi kesehatan kita. Salah satu jenis polutan yang paling dikhawatirkan adalah PM2.5.

Koordinator Sub Bidang Informasi Gas Rumah Kaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Alberth Nahas mengatakan, saat bicara tentang polusi udara, maka kita juga tidak pernah bisa lepas dari bahasan PM2.5 ini.

“Sumber emisi PM2.5 dan dampaknya banyak sekali,” kata Alberth dalam diskusi Bicara Udara Journalist Class, Selasa (19/7/2022).

Baca juga: Data Nafas Indonesia Ungkap Polusi Udara Tertinggi di Pagi Hari, Kok Bisa?

Alberth menjelaskan bahwa sebetulnya, polusi udara bukan hanya PM2.5, tetapi juga karbon hitam, nitrogen oksida, nitrogen dioksida, ozon, sulfer dioksida, karbon dioksida, dan lain-lain.

Namun dari semua itu, PM2.5 merupakan ancaman kesehatan terbesar bagi manusia.

“PM2.5 itu bukan satu-satunya, tetapi salah satu dari parameter kualitas udara,” ujarnya.

“PM2.5 memang jadi indikator paling utaa dan paling mungkin untuk melihat kualitas udara, tapi ada sumber polusi udara lain yang mungkin juga belu bisa diatasi,” tambahnya.

Apa itu PM2.5?

Polutan partikel adalah bagian utama dari polusi udara. Materi partikulat atau PM mengacu pada partikel kecil yang ditemukan di udara, termasuk debu, jelaga, kotoran, asap dan tetesan cairan.

Partikel yang berukuran kurang dari 10 mikron, atau yang disebut PM10, berisiko menyebabkan permasalahan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Napas Atas (ISPA).

Berdasarkan keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG); partikulat PM2.5 adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 2.5 mikron atau mikrometer.

Partikel PM2.5 ini sangat kecil ukurannya, sehingga hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.

PM2.5 menjadi ancaman kesehatan terbesar bagi manusia, karena ukurannya yang kecil dan dapat melayang di udara untuk waktu yang lama, serta dapat diserap jauh ke dalam aliran darah saat tertiup.

Selain itu, PM2.5 juga disebutkan memiliki konsentrasi NAB polusi udara yang tinggi.

Untuk diketahui, Nilai Ambang Batas (NAB) adalah batas konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan berada dalam udara ambien. NAB PM2.5 = 65 µgram/m3.

Baca juga: Polusi Udara serta Dampaknya bagi Manusia dan Lingkungan

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.