Bukan Hanya untuk Mengecek Garis Keturunan, Tes DNA Bisa Prediksi Risiko Penyakit

Kompas.com - 20/07/2022, 20:05 WIB

KOMPAS.com - Sebagian besar orang mungkin mengetahui pemeriksaan genetik atau disebut tes DNA, umumnya digunakan untuk mengecek garis keturunan seseorang.

Dengan demikian, bisa diketahui apakah seorang pria merupakan ayah biologis dari anak yang melakukan tes DNA.

Dokter Spesialis Patologi Klinik Laboratorium Diagnos, dr Ricky Tjahjadi, SpPK, menyebutkan bahwa tes DNA bukan hanya dipakai terkait paternitas, melainkan risiko penyakit yang bisa muncul di kemudian hari.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Cicit dari Pemimpin Suku Indian Lewat Tes DNA

Untuk diketahui, pemeriksaan genetik adalah cara mendeteksi dan mengidentifikasi perubahan gen dan kromosom, maupun menunjukkan risiko terhadap berbagai kondisi kesehatan.

"Kita mengidentifikasi variasi genetik kemudian diterjemahkanlah ke maknanya, kemudian kita bisa mendapatkan informasi seputar kesehatan, bakat, sifat, dan karakteristik seseorang melalui pemeriksaan genetik dari Diagnos," ungkapnya dalam peluncuran DNAandMe dengan tagline #KenaliDiriKamu yang digelar di Jakarta, Selasa (19/7/2022).

DNAandMe merupakan pemeriksaan genetik dari Diagnos Genomik, yang bisa memberikan informasi mengenai keunikan seorang individu berdasarkan susunan genetiknya.

Dokter Ricky mengatakan, dalam prosesnya para ahli menggunakan basis data DNA orang Asia yang dinilai cocok untuk diterapkan di Indonesia.

Adapun hasil dari pemeriksaan genetik itu, akan menunjukkan apakah seseorang berisiko mengalami penyakit tertentu.

Misalnya saja, kata CEO Morula IVF Indonesia, Dr dr Ivan Rizal Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, SpOG, bila seseorang memiliki tendensi untuk menurunkan penyakit metabolik ataupun diabetes pada anaknya. 

"(Yang paling disarankan) yang pasti anak-anak dan juga tentu remaja, orangtua yang ingin tahu 'kira-kira saya itu nurunin apa ke anak-anak' atau barangkali individu dewasa ingin tahu punya risiko (penyakit) ke arah mana," ucap Ivan dalam kesempatan yang sama.

"DNAandMe ini memfokuskan kepada lifestyle, di mana lifestyle berkaitan dengan keluarga," lanjutnya.

Di sisi lain, Ricky berkata bahwa akurasi pemeriksaan tersebut bisa mencapai 98,5 persen yang memanfaatkan teknologi Microarray (Illumina Tech), sehingga diklaim mampu menganalisis secara simultan ekspresi ribuan gen dalam sel.

Baca juga: Penemuan Mengubah Dunia: Tes DNA, Bermula dari Temuan Golongan Darah

 

Pemeriksaan juga hanya dilakukan sekali seumur hidup, karena DNA seseorang tidak akan berubah meskipun dia tumbuh dewasa dan menua. Tes ini dilakukan dengan swab atau usap melalui bagian dalam pipi, dengan mengambil sampel air liur.

Setelahnya, sampel akan dikirimkan ke laboratorium dan hasilnya bisa dipantau di aplikasi dengan memunculkan deskripsi dari penyakit yang terkait dengan kondisi kesehatan.

Semakin tinggi skornya, maka semakin tinggi pula risiko untuk memiliki suatu penyakit. Sebaliknya, makin kecil skor maka semakin rendah seseorang memiliki risiko suatu kondisi penyakit tertentu.

Dengan adanya laporan kesehatan dari tes DNA, seseorang bisa mengontrol kesehatannya dengan mengetahui nutrisi apa yang dibutuhkan. Selain itu, dapat mengetahui apakah dirinya memerlukan konsultasi dengan dokter.

Sehingga, Anda dapat mencegahnya sedini mungkin. Jika telah diketahui orang tersebut berisiko, maka dokter bisa mengarahkan untuk mencegahnya yang mana salah satunya adalah mengubah gaya hidup.

"Kami percaya, mengetahui diri Anda sendiri berarti membuka banyak sekali kesempatan untuk memaksimalkan potensi, meminimalkan risiko, dan mengoptimalkan kesehatan Anda," jelas Ricky.

Baca juga: Apa Itu Tes DNA yang Disebut Siap Dilakukan Aktor Rezky Aditya dan Suami Zaskia Gotik?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.