Suhu Permukaan di Indonesia Meningkat, Ini Suhu Terpanas yang Pernah Dialami

Kompas.com - 07/07/2022, 13:01 WIB


KOMPAS.com- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengkhawatirkan laju suhu permukaan di Indonesia yang semakin meningkat selama satu dekade terakhir.

Suhu permukaan yang meningkat, pernah tercatat menyebabkan tahun 2016, 2019 dan 2020 menjadi tahun terpanas Indonesia.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, analisis BMKG mencatat adanya peningkatan suhu permukaan di sejumlah wilayah di Indonesia dengan skala yang berbeda-beda.

Berdasarkan analisis hasil pengukuran suhu permukaan dari 92 Stasiun BMKG dalam 40 tahun terakhir, menunjukkan kenaikan suhu permukaan lebih nyata terjadi di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah. 

Dimana, Pulau Sumatera bagian timur, Pulau Jawa bagian utara, Kalimantan dan Sulawesi bagian utara mengalami trend kenaikan > 0,3 derajat per dekade. 

Laju peningkatan suhu permukaan tertinggi tercatat terjadi di Stasiun Meteorologi Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, Kota Samarinda (0,5 derajat per dekade). 

Baca juga: Studi Ungkap Pohon di Perkotaan Turunkan Suhu Permukaan Tanah hingga 12 Derajat Celcius

Suhu permukaan di Indonesia meningkat, bahkan di wilayah Jakarta dan sekitarnya suhu udara permukaan meningkat dengan laju 0,40-0,47 derajat per dekade. 

"Secara rata-rata nasional, untuk wilayah Indonesia, tahun terpanas adalah tahun 2016 yaitu sebesar 0,8 derajat Celsius dibandingkan periode normal 1981-2010 (mengikuti tahun terpanas global), sementara tahun terpanas ke-2 dan ke-3 adalah tahun 2020 dan tahun 2019 dengan anomali sebesar 0,7 derajat Celsius dan 0,6 derajat Celsius," jelas Dwikorita. 

Menurut Dwikorita, analisis dari BMKG ini tidak jauh berbeda dengan laporan Status Iklim 2021 (State of the Climate 2021) yang dirilis Badan Meteorologi Dunia (WMO) bulan Mei 2022 yang lalu. 

WMO menyatakan bahwa hingga akhir 2021, suhu udara permukaan global telah memanas sebesar 1,11 derajat Celsius dari baseline suhu global periode pra-industri (1850-1900), yang mana tahun 2021 adalah tahun terpanas ke-3 setelah tahun 2016 dan 2020. 

WMO, kata dia, juga menyebutkan dekade terakhir 2011-2020, adalah rekor dekade suhu terpanas di permukaan bumi. 

Lonjakan suhu pada tahun 2016 dipengaruhi oleh variabilitas iklim yaitu fenomena El Nino kuat, sementara itu terus meningkatnya suhu permukaan pada dekade-dekade terakhir yang berurutan merupakan perwujudan dari pemanasan global

Selain pengaruh variabilitas iklim, perubahan iklim yang ditunjukkan dengan terjadinya pemanasan global atau peningkatan suhu permukaan di bumi juga merupakan pengaruh faktor kegiatan manusia (antropogenik).

 Baca juga: Bintang Paling Panas Memiliki Suhu Permukaan 35 Kali Lebih Tinggi dari Matahari, Apa Itu?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.