Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/07/2022, 07:30 WIB
Ellyvon Pranita,
Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

Tim Redaksi


KOMPAS.com- Kota Samarinda adalah ibu kota Provinsi Kalimantan Timur. Kawasan Samarinda yang ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) ini memiliki sejarah asal-usul yang panjang sejak zaman Kerajaan Kutai Kartanegara.

Luas wilayah Kota Samarinda yakni 718 Km persegi dan dilewati Sungai Mahakam yang merupakan sungai terbesar kedua di Pulau Kalimantan.

Jumlah penduduk Samarinda pada 2020, menurut hasil Sensus Penduduk 2020, sebanyak 827.994 jiwa.

Sejarah Kota Samarinda

Sejarah Kota Samarinda dan asal-usulnya tak terlepas dari salah satu kerajaan di Nusantara, yakni Kerajaan Kutai Kertanegara.

Dilansir dari laman resmi Kota Samarinda, dijelaskan bahwa dahulunya sebelum dikenal dengan nama Samarinda, kawasan ini termasuk dalam Kerajaan Kutai Kartanegara.

Kerajaan Kutai Kartanegara ini berdiri pada tahun 1300 Masehi di Kutai Lama, sebuah kawasan di hilir Sungai Mahakam dari arah tenggara Samarinda.

Kerajaan Kutai Kartanegara merupakan daerah taklukan (vasal) dari Kerajaan Banjar yang semula bernama Kerajaan Negara Dipa, ketika dipimpin oleh Maharaja Suryanata.

Baca juga: Sejarah dan Asal Usul Nama Gorontalo, Hulua Lu Tola hingga Hulontalangi

 

Ini adalah periode atau zaman yang sama dengan era Kerajaan Majapahit (abad ke-14 sampai 15 Masehi). Dalam perjalanan sejarah Kota Samarinda ini, disebutkan bahwa pusat Kerajaan Kutai Kartanegara di Kutai Lama semula di Jahitan Layar.

Kemudian berpindah ke Tepian Batu pada tahun 1635, setelah itu pindah lagi ke Pemarangan (Jembayan) pada tahun 1732, terakhir di Tenggarong sejak tahun 1781 hingga 1960.

Penduduk awal yang mendiamin Kalimantan bagian timur adalah Suku Kutai Kuno yang disebut Melanti termasuk ras Melayu Muda (deutro Melayu) sebagai hasil pencampuran ras Mongoloid, Melayu, dan Wedoid yang migrasi dari Semenanjung Kra pada abad ke-2 Sebelum Masehi (SM).

Pada abad ke-13 Masehin (tahun 1201-1300_, sebelum dikenalnya nama Samarinda, sudah ada perkampungan penduduk di enam lokasi.

Di antara lokasi yang dimaksud adalah Pulau Atas, Karang Asam, Karamumus (Karang Mumus), Luah Bakung (Loa Bakung), Sembuyutan (Sambutan) dan Mangkupelas (Mangkupalas).

Penyebutan enam kampung di atas tercantum dalam manuskrip surat Salasilah Raja Kutai Kartanegara yang ditulis oleh Khatib Muhammad Tahir pada 30 Rabiul Awal 1265 Hijriyah (24 Februari 1849 M).

Dikisahkan dalam sejarah Samarinda, pada tahun 1565, terjadi migrasi suku banjar dari Batang banyu ke daratan Kalimantan bagian timur. Saat itu, rombongan Banjar dari Amuntai di bawah pimpinan Aria Manau dari Kerajaan Kuripan (Hindu) merintis berdirinya Kerajaan Sadurangas (Pasir Balengkong) di daerah Paser.

Baca juga: Sejarah dan Asal Usul Nama Subang, Kota Nanas yang Berasal dari Suweng

Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com