Anak-anak Termasuk Kelompok Berisiko Tertular Cacar Monyet, Apa Alasannya?

Kompas.com - 03/07/2022, 10:03 WIB

KOMPAS.com - Penyakit cacar monyet atau monkeypox disebut berpotensi menular pada kelompok berisiko tinggi, termasuk anak-anak.

Pasalnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut tengah menyelidiki laporan kasus cacar monyet pada anak di Inggris, dan menindaklanjuti kasus di Spanyol serta Perancis.

Dari laporan yang ada, anak-anak tersebut mengalami gejala yang tidak parah. Namun WHO tidak menjelaskan secara detail gejala yang dialami anak-anak itu.

Baca juga: Ada 3.413 Kasus Cacar Monyet di 50 Negara, Ini Rekomendasi WHO

Melihat penularan cacar monyet yang tidak hanya dialami orang berusia dewasa, WHO mengingatkan bahwa ibu hamil dan orang dengan gangguan kekebalan juga berisiko terpapar virus ini.

"Saya khawatir tentang penularan yang berkelanjutan (cacar monyet), karena itu menunjukkan bahwa virus dapat menular ke kelompok berisiko tinggi termasuk anak-anak, orang yang mengalami gangguan kekebalan, dan wanita hamil," ujar Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Adapun penularan berkelanjutan virus cacar monyet yang dimaksudkannya, ialah sebagai penyakit yang dapat menular dengan mudah dari satu orang ke orang lainnya dalam populasi.

Dilansir dari CBS News, Kamis (30/6/2022) menurut WHO cacar monyet hingga saat ini telah diidentifikasi di lebih dari 50 negara non-endemik.

Kasus konfirmasi positif cacar monyet pun mengalami peningkatan, yang membuat WHO menyerukan agar pemerintah setiap negara memaksimalkan pengujian terhadap kasus probable.

Sejak Mei 2022, ada lebih dari 3.400 kasus cacar monyet dan satu kematian yang dilaporkan oleh negara-negara di luar Afrika yang merupakan negara endemik penyakit ini. Sebagian besar kasus di Eropa tercatat dialami pria yang berhubungan seks dengan pria.

Baca juga: Bagaimana Karakteristik Cacar Monyet? Ini Penjelasan Kemenkes

Belum ada kasus cacar monyet di Indonesia

Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Mohammad Syahril, Sp.P, MPH, memastikan cacar monyet belum ditemukan di Indonesia.

Meski begitu, Kemenkes sedang melakukan pengetatan di pintu masuk negara seperti di kantor kesehatan pelabuhan (KKP) dan di bandara.

Dia menyebut, bagi orang yang bergejala, terutama pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) harus melakukan pemeriksaan yang menyeluruh, guna memastikan apakah terinfeksi cacar monyet atau bukan.

"Iya (skiriningnya jika ada gejala) sama kalau ada riwayat dia dari Kongo ternyata dia ada panas, ada sakit kepala, kemudian ad benjolan harus diwaspadai. Dan itu belum menular dia, itu namanya masa invasi, kemudian masa erupsi itu yang menular," ungkap Syahril saat ditemui di gedung Kemenkes, Rabu (29/6/2022).

Dalam mendeteksi dini cacar monyet, pemerintah juga telah menyiapkan dua laboratorium di antaranya:

  • Laboratorium Pusat Studi Satwa Primata Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB).
  • Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Prof Sri Oemiyati, Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Jakarta.

Cacar monyet adalah penyakit yang umumnya ringan, dan endemik di beberapa wilayah Afrika Barat dan Afrika Tengah.

Virus ini dapat menular melalui kontak fisik dekat, yang artinya bisa dicegah penularannya dengan melakukan isolasi diri dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Baca juga: CDC Peringatkan Cacar Monyet Muncul dengan Gejala Tidak Biasa, Apa Saja?

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber CBS News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 16-17 Agustus 2022, Ini Wilayah yang Harus Waspada

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 16-17 Agustus 2022, Ini Wilayah yang Harus Waspada

Fenomena
Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur Pasien Tanpa Gejala

Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur Pasien Tanpa Gejala

Fenomena
Belalang Bisa Mencium Sel Kanker pada Manusia, Begini Penjelasan Sains

Belalang Bisa Mencium Sel Kanker pada Manusia, Begini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Cegah Jakarta Tenggelam, Pemindahan IKN Saja Tak Akan Mencegah Ancaman Itu

Cegah Jakarta Tenggelam, Pemindahan IKN Saja Tak Akan Mencegah Ancaman Itu

Oh Begitu
Hilangnya Serangga Sebabkan Sepertiga Tanaman Pangan Terancam

Hilangnya Serangga Sebabkan Sepertiga Tanaman Pangan Terancam

Fenomena
Overthinking dan Berpikir Keras Bisa Bikin Lelah, Sains Jelaskan Penyebabnya

Overthinking dan Berpikir Keras Bisa Bikin Lelah, Sains Jelaskan Penyebabnya

Oh Begitu
Cuaca Panas Berisiko Tingkatkan Kanker Kulit, Ini Kata Dokter

Cuaca Panas Berisiko Tingkatkan Kanker Kulit, Ini Kata Dokter

Oh Begitu
Bahaya Merokok dalam Rumah, Ini Cara Wujudkan Tempat Tinggal Bebas Asap Rokok

Bahaya Merokok dalam Rumah, Ini Cara Wujudkan Tempat Tinggal Bebas Asap Rokok

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Viral Wanita Curi Cokelat di Alfamart | WHO Ganti Nama Cacar Monyet | Cerita Kejahatan di Kehidupan Nyata | Gelombang Tinggi 6 Meter

[POPULER SAINS] Viral Wanita Curi Cokelat di Alfamart | WHO Ganti Nama Cacar Monyet | Cerita Kejahatan di Kehidupan Nyata | Gelombang Tinggi 6 Meter

Oh Begitu
Ilmuwan Deteksi Sambaran Petir Paling Kuat dan Langka, Seperti Apa?

Ilmuwan Deteksi Sambaran Petir Paling Kuat dan Langka, Seperti Apa?

Fenomena
Bantu Ahli Deteksi Potensi Penyakit di Masa Depan, Menkes Budi Luncurkan BGSi

Bantu Ahli Deteksi Potensi Penyakit di Masa Depan, Menkes Budi Luncurkan BGSi

Oh Begitu
Suku Maya Gunakan Abu Kremasi Manusia untuk Bikin Bola Karet, Studi Jelaskan

Suku Maya Gunakan Abu Kremasi Manusia untuk Bikin Bola Karet, Studi Jelaskan

Fenomena
7 Jenis Kura-kura yang Dilindungi di Indonesia

7 Jenis Kura-kura yang Dilindungi di Indonesia

Oh Begitu
Gigitan Tomcat Sebabkan Gatal dan Kulit Melepuh, Ini Cara Mengobatinya

Gigitan Tomcat Sebabkan Gatal dan Kulit Melepuh, Ini Cara Mengobatinya

Oh Begitu
Manfaat Tanaman Porang, dari Bahan Pangan hingga Bahan Baku Industri

Manfaat Tanaman Porang, dari Bahan Pangan hingga Bahan Baku Industri

Oh Begitu
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.