Virus Zika dan Dengue Membuat Nyamuk Lebih Tertarik untuk Menggigit, Studi Ini Jelaskan

Kompas.com - 03/07/2022, 09:05 WIB

KOMPAS.com - Beberapa orang mungkin pernah merasa lebih sering digigit nyamuk dibandingkan orang lain di sekitar mereka. Kini, para peneliti mengetahui penyebab nyamuk lebih tertarik untuk menggigit seseorang, yakni salah satunya dikarenakan virus zika dan virus dengue.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Cell pada 30 Juni 2022, para peneliti mencatat bahwa kedua virus tersebut mampu untuk mengubah aroma seseorang, sehingga menarik bagi nyamuk.

Dengan demikian, nyamuk bisa menularkan virus penyebab penyakit dari satu organisme ke organisme lainnya.

Ahli imunologi dari University of Connecticut Health sekaligus peneliti studi Penghua Wang mengungkapkan, timnya telah melakukan serangkaian eksperimen untuk membuktikan teori tersebut.

Baca juga: Bagaimana Nyamuk Mendeteksi Bau Manusia untuk Digigit?

Mereka memaparkan virus zika atau virus dengue pada dua kelompok tikus di laboratorium. Hasilnya ditemukan bahwa nyamuk mengerubungi tikus yang terinfeksi salah satu virus itu.

"Dua virus ini bisa mengubah aroma tubuh seseorang menjadi lebih menarik bagi nyamuk," ujar Wang dilansir dari NPR, Kamis (30/6/2022).

Menurut studinya, tim peneliti mengatakan ada molekul bau pada kulit tikus dengan virus demam berdarah, yang membuatnya jauh lebih rentan terhadap gigitan nyamuk.

Molekul tersebut bernama acetophenone -- senyawa volatil yang sebagian besar diproduksi oleh mikrobiota kulit, dan merangsang penciuman nyamuk.

"Sebagai catatan, emisi acetophenone lebih tinggi pada pasien demam berdarah dibandingkan pada orang sehat," tulis mereka.

Para peneliti juga menemukan, nyamuk juga tertarik pada bau orang yang menderita demam berdarah. Dengan demikian, mereka mungkin bisa menemukan pengobatan yang lebih baik untuk penyakit DBD.

Temuan tersebut turut menunjukkan peluang pengobatan, karena setelah memberi tikus yang terinfeksi suplemen vitamin A oral, minat nyamuk untuk menggigitnya ikut berkuang.

Hal itu mungkin memberikan petunjuk, mengapa demam berdarah dan zika menyebar di wilayah tertentu.

Wang mengatakan bahwa kekurangan vitamin A umum terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, terutama di mana penyakit yang ditularkan nyamuk ini lazim ditemukan.

Dia berharap, penelitian di masa depan dapat menyelidiki apakah penambahan asupan vitamin A pada makanan, dapat mengurangi kemungkinan individu yang rentan digigit nyamuk penyebab penyakit berbahaya.

Baca juga: Apa yang Akan Terjadi jika Semua Nyamuk di Dunia Hilang?

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber NPR
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahaya Merokok dalam Rumah, Ini Cara Wujudkan Tempat Tinggal Bebas Asap Rokok

Bahaya Merokok dalam Rumah, Ini Cara Wujudkan Tempat Tinggal Bebas Asap Rokok

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Viral Wanita Curi Cokelat di Alfamart | WHO Ganti Nama Cacar Monyet | Cerita Kejahatan di Kehidupan Nyata | Gelombang Tinggi 6 Meter

[POPULER SAINS] Viral Wanita Curi Cokelat di Alfamart | WHO Ganti Nama Cacar Monyet | Cerita Kejahatan di Kehidupan Nyata | Gelombang Tinggi 6 Meter

Oh Begitu
Ilmuwan Deteksi Sambaran Petir Paling Kuat dan Langka, Seperti Apa?

Ilmuwan Deteksi Sambaran Petir Paling Kuat dan Langka, Seperti Apa?

Fenomena
Bantu Ahli Deteksi Potensi Penyakit di Masa Depan, Menkes Budi Luncurkan BGSi

Bantu Ahli Deteksi Potensi Penyakit di Masa Depan, Menkes Budi Luncurkan BGSi

Oh Begitu
Suku Maya Gunakan Abu Kremasi Manusia untuk Bikin Bola Karet, Studi Jelaskan

Suku Maya Gunakan Abu Kremasi Manusia untuk Bikin Bola Karet, Studi Jelaskan

Fenomena
7 Jenis Kura-kura yang Dilindungi di Indonesia

7 Jenis Kura-kura yang Dilindungi di Indonesia

Oh Begitu
Gigitan Tomcat Sebabkan Gatal dan Kulit Melepuh, Ini Cara Mengobatinya

Gigitan Tomcat Sebabkan Gatal dan Kulit Melepuh, Ini Cara Mengobatinya

Oh Begitu
Manfaat Tanaman Porang, dari Bahan Pangan hingga Bahan Baku Industri

Manfaat Tanaman Porang, dari Bahan Pangan hingga Bahan Baku Industri

Oh Begitu
Jupiter Sejajar Bulan Malam Ini, Begini Cara Mengamatinya

Jupiter Sejajar Bulan Malam Ini, Begini Cara Mengamatinya

Fenomena
Overthinking dan Gangguan Kecemasan, Apa Itu dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Overthinking dan Gangguan Kecemasan, Apa Itu dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Kita
Mengenal Terapi Lintah, Bisa Atasi Masalah Kulit hingga Penyakit Sendi

Mengenal Terapi Lintah, Bisa Atasi Masalah Kulit hingga Penyakit Sendi

Oh Begitu
Segudang Manfaat Kopi, Benarkah Bisa Bikin Panjang Umur?

Segudang Manfaat Kopi, Benarkah Bisa Bikin Panjang Umur?

Oh Begitu
Gelombang Tinggi hingga 6 Meter Masih Berpotensi Terjadi di Selatan Jawa

Gelombang Tinggi hingga 6 Meter Masih Berpotensi Terjadi di Selatan Jawa

Oh Begitu
Viral Kasus Wanita Mencuri Cokelat di Alfamart Diduga Kleptomania, Apa Itu?

Viral Kasus Wanita Mencuri Cokelat di Alfamart Diduga Kleptomania, Apa Itu?

Oh Begitu
5 Kebiasaan Makan yang Ampuh Menurunkan Berat Badan Menurut Ahli

5 Kebiasaan Makan yang Ampuh Menurunkan Berat Badan Menurut Ahli

Oh Begitu
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.