Kompas.com - 02/07/2022, 11:02 WIB

KOMPAS.com - Gerhana Matahari merupakan fenomena astronomi yang banyak ditunggu masyarakat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sebab, peristiwa itu tidak terjadi di setiap bulannya.

Lantas, kapan Gerhana Matahari 2022 ini akan terjadi?

Astronom Amatir Indonesia Marufin Sudibyo mengatakan bahwa gerhana Matahari sepanjang tahun 2022 terjadi sebanyak dua kali, antara lain:

1. Gerhana Matahari sebagian 1 Mei 2022

Gerhana Matahari Sebagian telah terjadi sebelumnya yakni pada Sabtu, 1 Mei 2022. Marufin menjelaskan, awal Gerhana Matahari Sebagian terjadi pukul 01.45 WIB, lalu puncaknya pada pukul 03.41 WIB.

Sementara, akhir Gerhana Matahari Sebagian terjadi pukul 05.37 WIB. Gerhana ini tidak terlihat di wilayah Indonesia, dan hanya bisa diamati di benua Amerika bagian selatan.

Baca juga: Proses Terjadinya Gerhana Matahari Cincin

2. Gerhana Matahari sebagian 25 Oktober 2022

Gerhana Matahari Sebagian selanjutnya, kata Marufin, akan terjadi pada Selasa 25 Oktober 2022.

Adapun tahapan awal gerhana Matahari sebagian 25 Oktober 2022 terjadi pukul 15.58 WIB, puncak gerhana pukul 18.00 WIB. Selanjutnya, akhir Gerhana Matahari Sebagian terjadi pukul 20.02 WIB.

Sayangnya, Gerhana Matahari Sebagian 25 Oktober 2022 tidak dapat teramati di Indonesia.

"Tidak terlihat di Indonesia, hanya terlihat di Eropa, Afrika utara, Asia Barat-Selatan-Tengah," ujar Marufin saat dihubungi Kompas.com, Jumat (1/7/2022).

Gerhana Matahari diprediksi akan kembali terjadi pada 20 April 2023.

Dikutip dari pemberitaan Kompas.com, Kamis (28/4/2022) para ahli mengatakan, fenomena Gerhana Matahari ini akan menjadi gerhana hibrida yang memperlihatkan karakteristik dari Gerhana Matahari Total serta Gerhana Matahari Cincin.

Baca juga: Kenapa Gerhana Matahari Total Hanya Terjadi Beberapa Menit?

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 16-17 Agustus 2022, Ini Wilayah yang Harus Waspada

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 16-17 Agustus 2022, Ini Wilayah yang Harus Waspada

Fenomena
Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur Pasien Tanpa Gejala

Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur Pasien Tanpa Gejala

Fenomena
Belalang Bisa Mencium Sel Kanker pada Manusia, Begini Penjelasan Sains

Belalang Bisa Mencium Sel Kanker pada Manusia, Begini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Cegah Jakarta Tenggelam, Pemindahan IKN Saja Tak Akan Mencegah Ancaman Itu

Cegah Jakarta Tenggelam, Pemindahan IKN Saja Tak Akan Mencegah Ancaman Itu

Oh Begitu
Hilangnya Serangga Sebabkan Sepertiga Tanaman Pangan Terancam

Hilangnya Serangga Sebabkan Sepertiga Tanaman Pangan Terancam

Fenomena
Overthinking dan Berpikir Keras Bisa Bikin Lelah, Sains Jelaskan Penyebabnya

Overthinking dan Berpikir Keras Bisa Bikin Lelah, Sains Jelaskan Penyebabnya

Oh Begitu
Cuaca Panas Berisiko Tingkatkan Kanker Kulit, Ini Kata Dokter

Cuaca Panas Berisiko Tingkatkan Kanker Kulit, Ini Kata Dokter

Oh Begitu
Bahaya Merokok dalam Rumah, Ini Cara Wujudkan Tempat Tinggal Bebas Asap Rokok

Bahaya Merokok dalam Rumah, Ini Cara Wujudkan Tempat Tinggal Bebas Asap Rokok

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Viral Wanita Curi Cokelat di Alfamart | WHO Ganti Nama Cacar Monyet | Cerita Kejahatan di Kehidupan Nyata | Gelombang Tinggi 6 Meter

[POPULER SAINS] Viral Wanita Curi Cokelat di Alfamart | WHO Ganti Nama Cacar Monyet | Cerita Kejahatan di Kehidupan Nyata | Gelombang Tinggi 6 Meter

Oh Begitu
Ilmuwan Deteksi Sambaran Petir Paling Kuat dan Langka, Seperti Apa?

Ilmuwan Deteksi Sambaran Petir Paling Kuat dan Langka, Seperti Apa?

Fenomena
Bantu Ahli Deteksi Potensi Penyakit di Masa Depan, Menkes Budi Luncurkan BGSi

Bantu Ahli Deteksi Potensi Penyakit di Masa Depan, Menkes Budi Luncurkan BGSi

Oh Begitu
Suku Maya Gunakan Abu Kremasi Manusia untuk Bikin Bola Karet, Studi Jelaskan

Suku Maya Gunakan Abu Kremasi Manusia untuk Bikin Bola Karet, Studi Jelaskan

Fenomena
7 Jenis Kura-kura yang Dilindungi di Indonesia

7 Jenis Kura-kura yang Dilindungi di Indonesia

Oh Begitu
Gigitan Tomcat Sebabkan Gatal dan Kulit Melepuh, Ini Cara Mengobatinya

Gigitan Tomcat Sebabkan Gatal dan Kulit Melepuh, Ini Cara Mengobatinya

Oh Begitu
Manfaat Tanaman Porang, dari Bahan Pangan hingga Bahan Baku Industri

Manfaat Tanaman Porang, dari Bahan Pangan hingga Bahan Baku Industri

Oh Begitu
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.