Kompas.com - 01/07/2022, 20:32 WIB

KOMPAS.com - Intrusi air laut adalah masuknya air laut ke bawah tanah melalui akuifer di daratan atau daerah pantai. Intrusi air laut terjadi di banyak daerah pesisir dan kejadiannya terus meningkat. Ini bisa menjadi masalah serius bagi penduduk yang tinggal di daerah pantai.

Apa itu intrusi air laut?

Intrusi air laut adalah bercampurnya air laut dengan air bawah tanah di sekitar pantai. Seperti yang kita ketahui, air laut mengandung garam yang sangat tinggi. Air laut yang sangat asin tidak bisa digunakan oleh manusia untuk kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, minum, bahkan untuk mengirigasi ladang.

Tahukah kamu, hanya 1 persen masuknya air laut ke dalam sumber air tanah sudah membuat air menjadi tidak layak diminum dari segi rasa. Oleh karena itu, penting untuk mencegah hal ini terjadi agar suplai air bersih untuk penduduk di pinggir laut tetap terjaga.

Penyebab intrusi laut

Dilansir dari United States Geological Survey (USGS), penyebab terjadinya intrusi adalah pemompaan air tanah yang berlebihan dari akuifer. Hal ini akan mengurangi tekanan hidrostatik pada akuifer dan menarik air laut masuk ke dalam akuifer.

Penyebab berikutnya adalah meningkatnya permukaan air laut. Jika air laut meningkat 10 sentimeter saja, ini bisa menyebabkan intrusi air laut ke air tanah sejauh 100 meter. Masalahnya, permukaan air laut saat ini terus naik karena pemanasan global yang membuat gunung es terus mencair.

Penyebab ketiga adalah pembangunan di sekitar pantai. Beberapa pembangunan masif di sekitar pantai berdampak pada terjadinya intrusi air laut. Contohnya adalah pembangunan jalan, gedung, lahan parkir, dan jembatan. Pembangunan ini berisiko merusak lapisan akuifer dan memberi jalan untuk air laut masuk ke dalamnya.

Baca juga: Kenapa Air Laut Asin?

Dampak intrusi air laut

Pada penelitian yang dilakukan oleh Universitas Negeri Semarang pada tahun 2016, total persebaran pengaruh intrusi air laut tinggi mencapai 34,3 persen dari total luas Kota Tegal. Sementara yang terpengaruh dalam tingkat sedang adalah 12,7 persen.

Hal yang paling mudah dilihat dari tercampurnya air laut ini adalah ketika digunakan untuk mencuci, maka air tidak akan berbusa. Selain itu, baju yang dicuci dengan air laut ini akan lebih cepat lusuh.

Tidak hanya itu, masyarakat juga merasakan bahwa mandi dengan air yang terkontaminasi air laut akan menjadi lengket di kulit. Air ini tentu tidak layak untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, masyarakat sekitar harus membeli air bersih untuk kepentingan memasak dan minum.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.