Kompas.com - 30/06/2022, 08:02 WIB
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.com – Matahari adalah salah satu sumber panas bagi planet-planet di tata surya. Matahari berjarak sekitar 150 juta km dari Bumi. Ini menjadikan Bumi sebagai planet yang hangat dengan suhu yang sempurna untuk kehidupan.

Jika mempertimbangkan jarak, mungkin banyak yang mengira bahwa Neptunus adalah planet terdingin di tata surya karena Neptunus merupakan planet yang paling jauh dari Matahari.

Faktanya, planet terdingin di tata surya adalah Uranus, bukan Neptunus. Suhu terdingin Neptunus adalah minus 214 derajat Celcius, sedangkan suhu di Uranus bisa mencapai minus 224 derajat Celcius.

Dilansir dari NASA, jarak Matahari ke Uranus adalah 19,8 unit astronomi. Satu unit astronomi adalah jarak dari Matahari ke Bumi. Dengan jarak sejauh ini, sinar Matahari membutuhkan waktu selama 2 jam 40 menit untuk mencapai permukaan planet terdingin tersebut.

Kenapa Uranus jadi planet terdingin di tata surya?

Alasan Uranus jadi planet terdingin di tata surya tidak berkaitan dengan jaraknya terhadap Matahari. Miliaran tahun yang lalu, suatu benda yang sangat besar menghantam Uranus sehingga planet ini terguling ke samping.

Baca juga: Kenapa Planet Saturnus Memiliki Cincin? Sains Jelaskan

Salah satu dampak dari tabrakan tersebut adalah keluarnya panas yang terperangkap di dalam Uranus. Panas tersebut merupakan sisa dari saat Uranus terbentuk. Sementara itu, Neptunus tidak mengalami tabrakan seperti Uranus sehingga planet ini mampu menahan lebih banyak panas.

Mengutip Space, Merkurius, planet paling dekat dari Matahari, juga bisa memiliki suhu yang sangat dingin. Sisi Merkurius yang jauh dari Matahari bisa mencapai minus 200 derajat Celcius.

Hal ini disebabkan oleh ketiadaan atmosfer di Merkurius. Atmosfer, seperti di Bumi, berfungsi seperti selimut, yakni menahan panas dan menyebarkannya. Tanpa atmosfer, sisi depan dan sisi belakang Merkurius bisa memiliki suhu yang sangat berbeda.

Sementara Uranus dinobatkan sebagai planet terdingin di tata surya, sebenarnya, ada tempat lain di tata surya yang memiliki suhu lebih dingin dari Uranus.

Baca juga: Planet Superior dan Planet Inferior, Apa Saja?

Tempat tersebut adalah Nebula Boomerang, awan debu dan gas yang berjarak sangat jauh dari Bumi. Di Nebula Boomerang, suhu bisa mencapai minus 272 derajat Celcius.

Perlu diketahui bahwa belum ada tempat di alam semesta yang memiliki suhu lebih rendah dari minus 273 derajat Celcius. Pasalnya, pada suhu tersebut, partikel-partikel kecil dan atom berhenti bergerak.

Suhu ini dikenal sebagai nol mutlak. Ini berarti kecil kemungkinan bagi para ilmuwan untuk menemukan tempat lain di alam semesta yang lebih dingin dari Nebula Boomerang.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 16-17 Agustus 2022, Ini Wilayah yang Harus Waspada

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 16-17 Agustus 2022, Ini Wilayah yang Harus Waspada

Fenomena
Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur Pasien Tanpa Gejala

Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur Pasien Tanpa Gejala

Fenomena
Belalang Bisa Mencium Sel Kanker pada Manusia, Begini Penjelasan Sains

Belalang Bisa Mencium Sel Kanker pada Manusia, Begini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Cegah Jakarta Tenggelam, Pemindahan IKN Saja Tak Akan Mencegah Ancaman Itu

Cegah Jakarta Tenggelam, Pemindahan IKN Saja Tak Akan Mencegah Ancaman Itu

Oh Begitu
Hilangnya Serangga Sebabkan Sepertiga Tanaman Pangan Terancam

Hilangnya Serangga Sebabkan Sepertiga Tanaman Pangan Terancam

Fenomena
Overthinking dan Berpikir Keras Bisa Bikin Lelah, Sains Jelaskan Penyebabnya

Overthinking dan Berpikir Keras Bisa Bikin Lelah, Sains Jelaskan Penyebabnya

Oh Begitu
Cuaca Panas Berisiko Tingkatkan Kanker Kulit, Ini Kata Dokter

Cuaca Panas Berisiko Tingkatkan Kanker Kulit, Ini Kata Dokter

Oh Begitu
Bahaya Merokok dalam Rumah, Ini Cara Wujudkan Tempat Tinggal Bebas Asap Rokok

Bahaya Merokok dalam Rumah, Ini Cara Wujudkan Tempat Tinggal Bebas Asap Rokok

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Viral Wanita Curi Cokelat di Alfamart | WHO Ganti Nama Cacar Monyet | Cerita Kejahatan di Kehidupan Nyata | Gelombang Tinggi 6 Meter

[POPULER SAINS] Viral Wanita Curi Cokelat di Alfamart | WHO Ganti Nama Cacar Monyet | Cerita Kejahatan di Kehidupan Nyata | Gelombang Tinggi 6 Meter

Oh Begitu
Ilmuwan Deteksi Sambaran Petir Paling Kuat dan Langka, Seperti Apa?

Ilmuwan Deteksi Sambaran Petir Paling Kuat dan Langka, Seperti Apa?

Fenomena
Bantu Ahli Deteksi Potensi Penyakit di Masa Depan, Menkes Budi Luncurkan BGSi

Bantu Ahli Deteksi Potensi Penyakit di Masa Depan, Menkes Budi Luncurkan BGSi

Oh Begitu
Suku Maya Gunakan Abu Kremasi Manusia untuk Bikin Bola Karet, Studi Jelaskan

Suku Maya Gunakan Abu Kremasi Manusia untuk Bikin Bola Karet, Studi Jelaskan

Fenomena
7 Jenis Kura-kura yang Dilindungi di Indonesia

7 Jenis Kura-kura yang Dilindungi di Indonesia

Oh Begitu
Gigitan Tomcat Sebabkan Gatal dan Kulit Melepuh, Ini Cara Mengobatinya

Gigitan Tomcat Sebabkan Gatal dan Kulit Melepuh, Ini Cara Mengobatinya

Oh Begitu
Manfaat Tanaman Porang, dari Bahan Pangan hingga Bahan Baku Industri

Manfaat Tanaman Porang, dari Bahan Pangan hingga Bahan Baku Industri

Oh Begitu
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.