Kompas.com - 28/06/2022, 08:05 WIB

KOMPAS.com - Baru-baru ini penyakit cerebral palsy ramai dibicarakan warganet, usai foto seorang ibu bernama Santi yang melakukan aksi damai di area Car Free Day Jakarta, dengan membawa papan bertuliskan "Tolong anakku butuh ganja medis."

Suami Santi turut membuntutinya sambil mendorong anak mereka, Pika yang berada di kereta bayi.

Santi berjalan dari bundaran Hotel Indonesia (HI), dan berhenti di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) dengan memegang papan tersebut.

"Anaknya, Pika, mengidap cerebral palsy. Kondisi kelainan otak yg sulit diobati, dan treatment yang paling efektifnya pakai terapi minyak biji ganja/CBD oil," kata penyanyi Andien sang pengunggah foto dikutip dari pemberitaan Kompas TV, Minggu (26/6/2022).

Baca juga: Ibu Carikan Ganja Medis untuk Anaknya yang Derita Cerebral Palsy, Penyakit Apa Itu?

Spesialis Neurologi di Rumah Sakit Atma Jaya Jakarta, dr Andre, SpN, menjelaskan bahwa cerebral palsy adalah gangguan yang berhubungan dengan otak, hingga menyebabkan kelemahan atau menurunnya fungsi maupun kerja dari otot.

"Sehingga memengaruhi kemampuan anak untuk bergerak seperti berjalan, kesulitan mempertahankan postur tubuh dan kesulitan menjaga keseimbangan," ungkapnya saat dihubungi Kompas.com, Senin (27/6/2022).

"Pada kasus CP (cerebral palsy) yang berat, bisa menyebabkan kejang yang sulit terkontrol dan kemampuan intelektual anak yang terganggu," lanjut Andre.

Menurut dia, gejala cerebral palsy umumnya baru disadari oleh sang ibu pada saat usia anak di bawah enam bulan. Padahal, kerusakan otak sebenarnya sudah terjadi saat dalam kandungan.

Hanya saja, gejala penyakit ini baru dikenali ketika ibu merasakan tumbuh kembang anaknya terlambat dibandingkan anak lain seusianya.

Lantas, sejak kapan perlu melakukan deteksi dini cerebral palsy?

Dikatakan dr Andre, hingga saat ini untuk mendeteksi dini secara pasti penyakit cerebral palsy dalam kandungan masih belum tersedia.

Kendati demikian, faktor risiko terjadinya cerebral palsy dapat dicegah dengan perencanaan kehamilan yang baik seperti:

  • Premarital check-up
  • Gaya hidup yang sehat
  • Mengonsumsi makanan yang bergizi
  • Olahraga teratur
  • Melakukan pemeriksaan kandungan atau kehamilan berkala sesuai anjuran dokter
  • Serta mengelola stress dengan baik

"Orangtua perlu tahu tahapan perkembangan anak, segeralah memeriksakan bayinya ke dokter terdekat jika melihat pertumbuhan dan perkembangan anaknya terlambat dibandingkan anak seusianya," ucap Andre.

Senada dengan Andre, Dokter Spesialis Saraf dari Primaya Evasari Hospital, dr Andira Larasari SpS, mengatakan bahwa penting bagi para orangtua untuk melakukan deteksi dini cerebral palsy pada anaknya.

Tanda awal dari penyakit ini, kata dia, dapat diketahui dari perkembangan motorik yang tidak sesuai usia normal.

"Orangtua dapat melakukan deteksi dini dengan rutin mengecek perkembangan anak sesuai dengan tabel pada buku kesehatan ibu dan anak (KIA), yang biasa diberikan saat kelahiran anak," jelas Andira.

Baca juga: Unggahan Viral Ibu Cari Ganja Medis untuk Cerebral Palsy Anaknya, Benarkah Pengobatan Ini Efektif?

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 16-17 Agustus 2022, Ini Wilayah yang Harus Waspada

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 16-17 Agustus 2022, Ini Wilayah yang Harus Waspada

Fenomena
Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur Pasien Tanpa Gejala

Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur Pasien Tanpa Gejala

Fenomena
Belalang Bisa Mencium Sel Kanker pada Manusia, Begini Penjelasan Sains

Belalang Bisa Mencium Sel Kanker pada Manusia, Begini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Cegah Jakarta Tenggelam, Pemindahan IKN Saja Tak Akan Mencegah Ancaman Itu

Cegah Jakarta Tenggelam, Pemindahan IKN Saja Tak Akan Mencegah Ancaman Itu

Oh Begitu
Hilangnya Serangga Sebabkan Sepertiga Tanaman Pangan Terancam

Hilangnya Serangga Sebabkan Sepertiga Tanaman Pangan Terancam

Fenomena
Overthinking dan Berpikir Keras Bisa Bikin Lelah, Sains Jelaskan Penyebabnya

Overthinking dan Berpikir Keras Bisa Bikin Lelah, Sains Jelaskan Penyebabnya

Oh Begitu
Cuaca Panas Berisiko Tingkatkan Kanker Kulit, Ini Kata Dokter

Cuaca Panas Berisiko Tingkatkan Kanker Kulit, Ini Kata Dokter

Oh Begitu
Bahaya Merokok dalam Rumah, Ini Cara Wujudkan Tempat Tinggal Bebas Asap Rokok

Bahaya Merokok dalam Rumah, Ini Cara Wujudkan Tempat Tinggal Bebas Asap Rokok

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Viral Wanita Curi Cokelat di Alfamart | WHO Ganti Nama Cacar Monyet | Cerita Kejahatan di Kehidupan Nyata | Gelombang Tinggi 6 Meter

[POPULER SAINS] Viral Wanita Curi Cokelat di Alfamart | WHO Ganti Nama Cacar Monyet | Cerita Kejahatan di Kehidupan Nyata | Gelombang Tinggi 6 Meter

Oh Begitu
Ilmuwan Deteksi Sambaran Petir Paling Kuat dan Langka, Seperti Apa?

Ilmuwan Deteksi Sambaran Petir Paling Kuat dan Langka, Seperti Apa?

Fenomena
Bantu Ahli Deteksi Potensi Penyakit di Masa Depan, Menkes Budi Luncurkan BGSi

Bantu Ahli Deteksi Potensi Penyakit di Masa Depan, Menkes Budi Luncurkan BGSi

Oh Begitu
Suku Maya Gunakan Abu Kremasi Manusia untuk Bikin Bola Karet, Studi Jelaskan

Suku Maya Gunakan Abu Kremasi Manusia untuk Bikin Bola Karet, Studi Jelaskan

Fenomena
7 Jenis Kura-kura yang Dilindungi di Indonesia

7 Jenis Kura-kura yang Dilindungi di Indonesia

Oh Begitu
Gigitan Tomcat Sebabkan Gatal dan Kulit Melepuh, Ini Cara Mengobatinya

Gigitan Tomcat Sebabkan Gatal dan Kulit Melepuh, Ini Cara Mengobatinya

Oh Begitu
Manfaat Tanaman Porang, dari Bahan Pangan hingga Bahan Baku Industri

Manfaat Tanaman Porang, dari Bahan Pangan hingga Bahan Baku Industri

Oh Begitu
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.