Kompas.com - 26/06/2022, 17:32 WIB

KOMPAS.com - Apakah gigi goyang bisa kembali normal? Jawabannya adalah tergantung penyebab gigi goyang dan derajat keparahannya. Sebagian kasus bisa ditangani dengan baik dan membuat gigi Anda tetap utuh, sementara sebagian lagi mungkin tidak bisa diselamatkan dan membuat Anda menjadi ompong.

Penyebab gigi goyang

Anak-anak yang mengalami gigi goyang adalah normal karena ini menunjukkan bahwa gigi susunya akan segera tanggal dan digantikan oleh gigi dewasa atau gigi permanen. Namun, pada orang dewasa, gigi goyang bukan hal yang normal. Berikut ini adalah penyebab gigi goyang pada orang dewasa dan kemungkinannya untuk kembali normal.

1. Penyakit gusi

Ini merupakan penyebab gigi goyang yang paling umum. Penyakit gusi yang paling banyak adalah karang gigi yang menumpuk hingga ke dalam gusi atau jaringan periodontal. Karang gigi ini akan mendorong dan mengikis tulang periodontal yang berfungsi menopang gigi sehingga tidak ada lagi tulang yang menyokong gigi.

Biasanya, dengan melakukan beberapa perawatan, gigi goyang bisa kembali normal. Beberapa pilihan perawatannya antara lain dengan scaling, root planing, dan splinting.

2. Kehamilan

Tubuh ibu hamil mengalami perubahan hormon, yaitu dengan membuat hormon progesteron dan estrogen meningkat. Ini bisa menyebabkan ibu hamil rentan terkena penyakit gusi, salah satunya gigi goyang. Gigi goyang pada ibu hamil bukan masalah serius dan tidak memerlukan penanganan. Hal yang paling penting untuk dilakukan adalah menjaga kebersihan gigi dan mulut untuk mencegah penyakit gusi.

3. Trauma

Trauma seperti benturan, jatuh, atau dipukul bisa menyebabkan gigi patah dan goyang. Selain itu, kebiasaan buruk menggertakkan gigi akibat stres juga bisa menyebabkan gigi goyang tanpa disadari. Jika ini terjadi, segera kunjungi dokter gigi. Semakin cepat kasus gigi goyang akibat trauma ditangani oleh dokter gigi, kemungkinan gigi kembali normal semakin besar.

4. Kondisi medis dan obat-obatan

Terdapat beberapa kondisi medis yang membuat seseorang lebih rentan mengalami gigi goyang, seperti diabetes, HIV, dan osteoporosis. Selain itu, konsumsi obat-obatan, seperti fenitoin untuk kejang, juga bisa menyebabkan gigi goyang. Umumnya, dengan membuat penyakit tersebut terkontrol mampu mengurangi kondisi yang goyang.

Baca juga: Kenapa Kita Punya Gigi Bungsu? Begini Penjelasannya

Cara mengatasi gigi goyang

Setiap kasus memiliki cara untuk mengatasi gigi goyang yang berbeda. Namun, secara umum cara mengatasi gigi goyang ada dua macam, yaitu tanpa operasi dan dengan operasi.

Tanpa operasi

Cara mengatasi gigi goyang tanpa operasi adalah dengan pembersihan karang gigi, baik yang di atas gusi, maupun yang di bawah gusi. Pembersihan karang gigi di atas gusi disebut scaling, sementara yang di bawah gusi disebut root planing.

Cara kedua adalah dengan splinting. Splinting umum digunakan untuk gigi yang goyang akibat trauma. Gigi yang goyang akan dilakukan fiksasi kepada gigi sebelahnya yang tidak goyang dengan tujuan mengamankan gigi tersebut.

Operasi

Operasi pada jaringan gusi umumnya dilakukan untuk mengatasi gigi goyang dengan kerusakan jaringan penopang yang parah, sehingga walau sudah dibersihkan, jaringan pendukungnya tidak memadai. Salah satu operasinya adalah bone grafting, yaitu memasukkan jaringan tulang sintetis atau alami untuk mengganti jaringan tulang pendukung gigi yang hilang.

Tindakan yang sesuai dengan kasus Anda perlu dibicarakan dengan dokter gigi yang merawat Anda. Jika gigi goyang tidak bisa diselamatkan dan harus dicabut, gigi bisa diganti dengan gigi tiruan atau implan gigi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Overthinking dan Berpikir Keras Bisa Bikin Lelah, Sains Jelaskan Penyebabnya

Overthinking dan Berpikir Keras Bisa Bikin Lelah, Sains Jelaskan Penyebabnya

Oh Begitu
Cuaca Panas Berisiko Tingkatkan Kanker Kulit, Ini Kata Dokter

Cuaca Panas Berisiko Tingkatkan Kanker Kulit, Ini Kata Dokter

Oh Begitu
Bahaya Merokok dalam Rumah, Ini Cara Wujudkan Tempat Tinggal Bebas Asap Rokok

Bahaya Merokok dalam Rumah, Ini Cara Wujudkan Tempat Tinggal Bebas Asap Rokok

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Viral Wanita Curi Cokelat di Alfamart | WHO Ganti Nama Cacar Monyet | Cerita Kejahatan di Kehidupan Nyata | Gelombang Tinggi 6 Meter

[POPULER SAINS] Viral Wanita Curi Cokelat di Alfamart | WHO Ganti Nama Cacar Monyet | Cerita Kejahatan di Kehidupan Nyata | Gelombang Tinggi 6 Meter

Oh Begitu
Ilmuwan Deteksi Sambaran Petir Paling Kuat dan Langka, Seperti Apa?

Ilmuwan Deteksi Sambaran Petir Paling Kuat dan Langka, Seperti Apa?

Fenomena
Bantu Ahli Deteksi Potensi Penyakit di Masa Depan, Menkes Budi Luncurkan BGSi

Bantu Ahli Deteksi Potensi Penyakit di Masa Depan, Menkes Budi Luncurkan BGSi

Oh Begitu
Suku Maya Gunakan Abu Kremasi Manusia untuk Bikin Bola Karet, Studi Jelaskan

Suku Maya Gunakan Abu Kremasi Manusia untuk Bikin Bola Karet, Studi Jelaskan

Fenomena
7 Jenis Kura-kura yang Dilindungi di Indonesia

7 Jenis Kura-kura yang Dilindungi di Indonesia

Oh Begitu
Gigitan Tomcat Sebabkan Gatal dan Kulit Melepuh, Ini Cara Mengobatinya

Gigitan Tomcat Sebabkan Gatal dan Kulit Melepuh, Ini Cara Mengobatinya

Oh Begitu
Manfaat Tanaman Porang, dari Bahan Pangan hingga Bahan Baku Industri

Manfaat Tanaman Porang, dari Bahan Pangan hingga Bahan Baku Industri

Oh Begitu
Jupiter Sejajar Bulan Malam Ini, Begini Cara Mengamatinya

Jupiter Sejajar Bulan Malam Ini, Begini Cara Mengamatinya

Fenomena
Overthinking dan Gangguan Kecemasan, Apa Itu dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Overthinking dan Gangguan Kecemasan, Apa Itu dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Kita
Mengenal Terapi Lintah, Bisa Atasi Masalah Kulit hingga Penyakit Sendi

Mengenal Terapi Lintah, Bisa Atasi Masalah Kulit hingga Penyakit Sendi

Oh Begitu
Segudang Manfaat Kopi, Benarkah Bisa Bikin Panjang Umur?

Segudang Manfaat Kopi, Benarkah Bisa Bikin Panjang Umur?

Oh Begitu
Gelombang Tinggi hingga 6 Meter Masih Berpotensi Terjadi di Selatan Jawa

Gelombang Tinggi hingga 6 Meter Masih Berpotensi Terjadi di Selatan Jawa

Oh Begitu
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.