Kompas.com - 26/06/2022, 16:32 WIB
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.com - Insecta atau serangga selama pertumbuhannya, dari telur sampai dewasa, mengalami tahap perkembangan yang disebut metamorfosis. 

Metamorfosis adalah proses perubahan bentuk secara bertahap hingga ke tahap dewasa.

Metamorfosis pada serangga dibedakan menjadi dua, yakni metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.

Metamorfosis nyamuk

Metamorfosis nyamuk adalah contoh metamorfosis sempurna karena melalui empat tahap.

Dilansir dari United States Enviromental Protection Agency, semua spesies nyamuk melewati empat tahap berbeda selama metamorfosis, yakni:

Baca juga: Daftar Hewan yang Mengalami Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna

  • Telur: Menetas saat terkena air. 
  • Larva: Hidup di air, ganti kulit beberapa kali, dan sebagian besar spesies muncul ke permukaan untuk menghirup udara. 
  • Pupa: Tidak memberi makan, tahap sebelum muncul sebagai orang dewasa.
  • Dewasa: Nyamuk dewasa dapat terbang dalam waktu singkat setelah muncul dan setelah bagian tubuhnya mengeras.

Tiga tahap pertama metamorfosis nyamuk terjadi di air, tetapi serangga dewasa adalah serangga terbang yang aktif. 

Hanya nyamuk betina yang menggigit dan menghisap darah manusia atau hewan.

Setelah nyamuk betina makan darah, ia akan bertelur langsung di atau di dekat air, tanah, dan di dasar beberapa tanaman di tempat-tempat yang mungkin terisi air. 

Baca juga: Apa yang Akan Terjadi jika Semua Nyamuk di Dunia Hilang?

Meski membutuhkan air, telur nyamuk dapat bertahan dalam kondisi kering selama beberapa bulan.

Kemudian, telur menetas di air dan larva nyamuk muncul. Lamanya waktu menetas bergantung pada suhu air, makanan, dan jenis nyamuk.

Larva hidup di air, makan, dan berkembang menjadi tahap ketiga dari metamorfosis nyamuk, yang disebut pupa. Pupa juga hidup di air tetapi tidak lagi makan.

Akhirnya, nyamuk keluar dari kepompong setelah dua hari hingga satu minggu dalam tahap kepompong. 

Metamorfosis nyamuk biasanya memakan waktu dua minggu, tetapi bergantung pada kondisi, metamorfosis dapat berlangsung sekitar 4 hari hingga satu bulan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Overthinking dan Berpikir Keras Bisa Bikin Lelah, Sains Jelaskan Penyebabnya

Overthinking dan Berpikir Keras Bisa Bikin Lelah, Sains Jelaskan Penyebabnya

Oh Begitu
Cuaca Panas Berisiko Tingkatkan Kanker Kulit, Ini Kata Dokter

Cuaca Panas Berisiko Tingkatkan Kanker Kulit, Ini Kata Dokter

Oh Begitu
Bahaya Merokok dalam Rumah, Ini Cara Wujudkan Tempat Tinggal Bebas Asap Rokok

Bahaya Merokok dalam Rumah, Ini Cara Wujudkan Tempat Tinggal Bebas Asap Rokok

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Viral Wanita Curi Cokelat di Alfamart | WHO Ganti Nama Cacar Monyet | Cerita Kejahatan di Kehidupan Nyata | Gelombang Tinggi 6 Meter

[POPULER SAINS] Viral Wanita Curi Cokelat di Alfamart | WHO Ganti Nama Cacar Monyet | Cerita Kejahatan di Kehidupan Nyata | Gelombang Tinggi 6 Meter

Oh Begitu
Ilmuwan Deteksi Sambaran Petir Paling Kuat dan Langka, Seperti Apa?

Ilmuwan Deteksi Sambaran Petir Paling Kuat dan Langka, Seperti Apa?

Fenomena
Bantu Ahli Deteksi Potensi Penyakit di Masa Depan, Menkes Budi Luncurkan BGSi

Bantu Ahli Deteksi Potensi Penyakit di Masa Depan, Menkes Budi Luncurkan BGSi

Oh Begitu
Suku Maya Gunakan Abu Kremasi Manusia untuk Bikin Bola Karet, Studi Jelaskan

Suku Maya Gunakan Abu Kremasi Manusia untuk Bikin Bola Karet, Studi Jelaskan

Fenomena
7 Jenis Kura-kura yang Dilindungi di Indonesia

7 Jenis Kura-kura yang Dilindungi di Indonesia

Oh Begitu
Gigitan Tomcat Sebabkan Gatal dan Kulit Melepuh, Ini Cara Mengobatinya

Gigitan Tomcat Sebabkan Gatal dan Kulit Melepuh, Ini Cara Mengobatinya

Oh Begitu
Manfaat Tanaman Porang, dari Bahan Pangan hingga Bahan Baku Industri

Manfaat Tanaman Porang, dari Bahan Pangan hingga Bahan Baku Industri

Oh Begitu
Jupiter Sejajar Bulan Malam Ini, Begini Cara Mengamatinya

Jupiter Sejajar Bulan Malam Ini, Begini Cara Mengamatinya

Fenomena
Overthinking dan Gangguan Kecemasan, Apa Itu dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Overthinking dan Gangguan Kecemasan, Apa Itu dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Kita
Mengenal Terapi Lintah, Bisa Atasi Masalah Kulit hingga Penyakit Sendi

Mengenal Terapi Lintah, Bisa Atasi Masalah Kulit hingga Penyakit Sendi

Oh Begitu
Segudang Manfaat Kopi, Benarkah Bisa Bikin Panjang Umur?

Segudang Manfaat Kopi, Benarkah Bisa Bikin Panjang Umur?

Oh Begitu
Gelombang Tinggi hingga 6 Meter Masih Berpotensi Terjadi di Selatan Jawa

Gelombang Tinggi hingga 6 Meter Masih Berpotensi Terjadi di Selatan Jawa

Oh Begitu
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.