Kompas.com - 26/06/2022, 12:02 WIB


KOMPAS.com- Ilmuwan berhasil menemukan bakteri raksasa di rawa bakau di Karibia. Bakteri ini memiliki ukuran hampir sama dengan bulu mata manusia.

Jika dibandingkan dengan organisme lain mungkin ukurannya memang tak seberapa.

Akan tetapi sejauh ini, bakteri sepanjang 1 cm tersebut merupakan yang terbesar yang pernah ditemukan.

Sekarang para ilmuwan tengah berusaha mengungkap bagaimana bakteri raksasa itu bisa tumbuh begitu besar.

Dalam dunia bakteri, spesies bernama Thiomargarita magnifica memiliki ukuran 5000 kali lebih besar dari kebanyakan bakteri.

Bahkan, ukuran bakteri raksasa tersebut diperkirakan 50 kali lebih besar dari semua bakteri raksasa lainnya yang diketahui.

Baca juga: Bakteri Berukuran Raksasa Ditemukan di Antara Tanaman Bakau, Seperti Apa?

"Untuk memasukkannya ke dalam konteks, itu akan seperti manusia bertemu manusia lain setinggi Gunung Everest," kata ahli biologi kelautan Jean-Marie Volland yang juga merupakan penulis utama studi penemuan bakteri raksasa tersebut. 

Dikutip dari Science Alert, Sabtu (25/6/2022) T. magnifica ditemukan di salah satu pulau hijau subur Guadeloupe, di Karibia pada tahun 2009.

Pada saat penemuan bakteri raksasa tersebut, peneliti sedang mencari bakteri yang memanfaatkan belerang sebagai energinya.

Namun peneliti melihat sesuatu yang sangat aneh ketika memasukkan sampel air rawa ke dalam cawan petri.

Benang tipis mirip bihun terlihat dengan mata telanjang melayang di atas sampel air itu.

"Ketika saya melihat mereka, saya berpikir itu hanya sesuatu yang aneh, beberapa filamen putih yang perlu dilekatkan pada suatu sedimen seperti daun," ungkap Oliver Gros, peneliti yang terlibat dalam studi bakteri raksasa yang ditemukan di Karibia.

Baca juga: Mengenal Bakteri Salmonella, yang Sebabkan Cokelat Kinder Joy Ditarik Sementara oleh BPOM

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 16-17 Agustus 2022, Ini Wilayah yang Harus Waspada

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 16-17 Agustus 2022, Ini Wilayah yang Harus Waspada

Fenomena
Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur Pasien Tanpa Gejala

Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur Pasien Tanpa Gejala

Fenomena
Belalang Bisa Mencium Sel Kanker pada Manusia, Begini Penjelasan Sains

Belalang Bisa Mencium Sel Kanker pada Manusia, Begini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Cegah Jakarta Tenggelam, Pemindahan IKN Saja Tak Akan Mencegah Ancaman Itu

Cegah Jakarta Tenggelam, Pemindahan IKN Saja Tak Akan Mencegah Ancaman Itu

Oh Begitu
Hilangnya Serangga Sebabkan Sepertiga Tanaman Pangan Terancam

Hilangnya Serangga Sebabkan Sepertiga Tanaman Pangan Terancam

Fenomena
Overthinking dan Berpikir Keras Bisa Bikin Lelah, Sains Jelaskan Penyebabnya

Overthinking dan Berpikir Keras Bisa Bikin Lelah, Sains Jelaskan Penyebabnya

Oh Begitu
Cuaca Panas Berisiko Tingkatkan Kanker Kulit, Ini Kata Dokter

Cuaca Panas Berisiko Tingkatkan Kanker Kulit, Ini Kata Dokter

Oh Begitu
Bahaya Merokok dalam Rumah, Ini Cara Wujudkan Tempat Tinggal Bebas Asap Rokok

Bahaya Merokok dalam Rumah, Ini Cara Wujudkan Tempat Tinggal Bebas Asap Rokok

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Viral Wanita Curi Cokelat di Alfamart | WHO Ganti Nama Cacar Monyet | Cerita Kejahatan di Kehidupan Nyata | Gelombang Tinggi 6 Meter

[POPULER SAINS] Viral Wanita Curi Cokelat di Alfamart | WHO Ganti Nama Cacar Monyet | Cerita Kejahatan di Kehidupan Nyata | Gelombang Tinggi 6 Meter

Oh Begitu
Ilmuwan Deteksi Sambaran Petir Paling Kuat dan Langka, Seperti Apa?

Ilmuwan Deteksi Sambaran Petir Paling Kuat dan Langka, Seperti Apa?

Fenomena
Bantu Ahli Deteksi Potensi Penyakit di Masa Depan, Menkes Budi Luncurkan BGSi

Bantu Ahli Deteksi Potensi Penyakit di Masa Depan, Menkes Budi Luncurkan BGSi

Oh Begitu
Suku Maya Gunakan Abu Kremasi Manusia untuk Bikin Bola Karet, Studi Jelaskan

Suku Maya Gunakan Abu Kremasi Manusia untuk Bikin Bola Karet, Studi Jelaskan

Fenomena
7 Jenis Kura-kura yang Dilindungi di Indonesia

7 Jenis Kura-kura yang Dilindungi di Indonesia

Oh Begitu
Gigitan Tomcat Sebabkan Gatal dan Kulit Melepuh, Ini Cara Mengobatinya

Gigitan Tomcat Sebabkan Gatal dan Kulit Melepuh, Ini Cara Mengobatinya

Oh Begitu
Manfaat Tanaman Porang, dari Bahan Pangan hingga Bahan Baku Industri

Manfaat Tanaman Porang, dari Bahan Pangan hingga Bahan Baku Industri

Oh Begitu
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.