Spons Laut di Selandia Baru Terdampak Perubahan Iklim, Ini Studinya

Kompas.com - 26/06/2022, 11:02 WIB

KOMPAS.com - Jutaan spons laut  atau porifera di Selandia Baru mengalami peristiwa pemutihan massal terburuk dari jenisnya yang pernah tercatat selama ini, karena dampak perubahan iklim

Gambar-gambar mengejutkan menunjukkan spons laut berwarna coklat hingga putih tulang.

Penemuan yang mengkhawatirkan ini muncul di tengah kenaikan suhu laut yang terus berlanjut, sebuah tren yang sebagian besar disebabkan emisi bahan bakar fosil yang menghangatkan planet.

Ilmuwan menemukan ribuan spons laut yang memutih ini pada Mei lalu, di perairan dingin lepas pantai barat daya Selandia Baru.

Temuan lebih lanjut memperlihatkan adanya kerusakan yang jauh lebih buruk, jutaan bahkan puluhan juta spons laut terdampak perubahan iklim di seluruh wilayah Fiordland.

“Ini adalah salah satu spons yang paling melimpah di Fiordland, peristiwa berskala sangat luas,” ujar James Bell, profesor biologi kelautan dari Universitas Victoria di Selandia Baru yang sekaligus menjadi pemimpin penelitian, seperti dikutip dari CNN Internasional, Sabtu (25/6/2022).

Baca juga: Fakta Teritip Hewan Laut yang Andalkan Penis Sangat Panjang untuk Kawin

Meskipun pemutihan massal terjadi secara ekstensif, lanjut Bell, beberapa spons laut masih hidup dan menggunakan oksigen untuk hidup.

“Wilayah ini begitu melimpah dan kaya akan biota laut, hampir seperti kuburan putih saat menemukannya, itu benar-benar menghancurkan dan traumatis,” kata Bell.

Menurut dia, tim dapat melakukan eksperimen dari atas kapal dan mencoba memahami spons yang terpengaruh oleh suhu lebih hangat.

“Sayangnya banyak dari spons laut sudah sangat tidak sehat dan stres,” tuturnya.

Untuk diketahui, spons laut mempunyai beragam ukuran, warna, dan tekstur.

Spons laut atau porifera memainkan peran penting dalam ekosistem laut untuk menyediakan makan dan perlindungan bagi hewan laut lain seperti ikan kecil, kepiting, dan ganggang.

Baca juga: Siput Laut Kawin dengan Saling Menusuk Kepala Pasangannya

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 16-17 Agustus 2022, Ini Wilayah yang Harus Waspada

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 16-17 Agustus 2022, Ini Wilayah yang Harus Waspada

Fenomena
Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur Pasien Tanpa Gejala

Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur Pasien Tanpa Gejala

Fenomena
Belalang Bisa Mencium Sel Kanker pada Manusia, Begini Penjelasan Sains

Belalang Bisa Mencium Sel Kanker pada Manusia, Begini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Cegah Jakarta Tenggelam, Pemindahan IKN Saja Tak Akan Mencegah Ancaman Itu

Cegah Jakarta Tenggelam, Pemindahan IKN Saja Tak Akan Mencegah Ancaman Itu

Oh Begitu
Hilangnya Serangga Sebabkan Sepertiga Tanaman Pangan Terancam

Hilangnya Serangga Sebabkan Sepertiga Tanaman Pangan Terancam

Fenomena
Overthinking dan Berpikir Keras Bisa Bikin Lelah, Sains Jelaskan Penyebabnya

Overthinking dan Berpikir Keras Bisa Bikin Lelah, Sains Jelaskan Penyebabnya

Oh Begitu
Cuaca Panas Berisiko Tingkatkan Kanker Kulit, Ini Kata Dokter

Cuaca Panas Berisiko Tingkatkan Kanker Kulit, Ini Kata Dokter

Oh Begitu
Bahaya Merokok dalam Rumah, Ini Cara Wujudkan Tempat Tinggal Bebas Asap Rokok

Bahaya Merokok dalam Rumah, Ini Cara Wujudkan Tempat Tinggal Bebas Asap Rokok

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Viral Wanita Curi Cokelat di Alfamart | WHO Ganti Nama Cacar Monyet | Cerita Kejahatan di Kehidupan Nyata | Gelombang Tinggi 6 Meter

[POPULER SAINS] Viral Wanita Curi Cokelat di Alfamart | WHO Ganti Nama Cacar Monyet | Cerita Kejahatan di Kehidupan Nyata | Gelombang Tinggi 6 Meter

Oh Begitu
Ilmuwan Deteksi Sambaran Petir Paling Kuat dan Langka, Seperti Apa?

Ilmuwan Deteksi Sambaran Petir Paling Kuat dan Langka, Seperti Apa?

Fenomena
Bantu Ahli Deteksi Potensi Penyakit di Masa Depan, Menkes Budi Luncurkan BGSi

Bantu Ahli Deteksi Potensi Penyakit di Masa Depan, Menkes Budi Luncurkan BGSi

Oh Begitu
Suku Maya Gunakan Abu Kremasi Manusia untuk Bikin Bola Karet, Studi Jelaskan

Suku Maya Gunakan Abu Kremasi Manusia untuk Bikin Bola Karet, Studi Jelaskan

Fenomena
7 Jenis Kura-kura yang Dilindungi di Indonesia

7 Jenis Kura-kura yang Dilindungi di Indonesia

Oh Begitu
Gigitan Tomcat Sebabkan Gatal dan Kulit Melepuh, Ini Cara Mengobatinya

Gigitan Tomcat Sebabkan Gatal dan Kulit Melepuh, Ini Cara Mengobatinya

Oh Begitu
Manfaat Tanaman Porang, dari Bahan Pangan hingga Bahan Baku Industri

Manfaat Tanaman Porang, dari Bahan Pangan hingga Bahan Baku Industri

Oh Begitu
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.