Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari: Pengertian, Jenis, dan Proses Terjadinya

Kompas.com - 20/06/2022, 21:01 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Sekitar empat hingga tujuh kali dalam setahun, Bumi, Bulan, dan Matahari berbaris tepat untuk menciptakan pertunjukan bayangan skala kosmik yang dikenal sebagai gerhana. 

Orbit Bulan mengelilingi Bumi relatif miring terhadap orbit Bumi mengelilingi Matahari. 

Kemiringan ini adalah penyebab fenomena gerhana terjadi hanya sesekali, bukan setiap bulan.

Ada dua jenis gerhana, gerhana bulan dan matahari. Selama gerhana bulan, bayangan Bumi mengaburkan Bulan. Selama gerhana matahari, Bulan menghalangi Matahari dari pandangan.

Gerhana Matahari

Gerhana Matahari adalah fenomena langit yang terjadi ketika Bumi, Bulan, dan Matahari sejajar pada bidang yang sama, dan bulan melintas di antara Bumi serta matahari hingga menutupi sebagian atau seluruh Matahari.

Baca juga: Gerhana Matahari: Jenis-jenis dan Proses Terjadinya

Dilansir dari Institut Teknologi Bandung (ITB), gerhana Matahari terjadi ketika posisi Bulan segaris dengan Bumi dan Matahari sehingga mengaburkan pandangan dari Bumi terhadap Matahari secara total maupun sebagian.

Jenis-jenis gerhana Matahari

Mengutip Time and Date, terdapat 4 jenis gerhana Matahari yang berbeda. 

1. Gerhana Matahari sebagian 

Gerhana Matahari sebagian terjadi ketika Bulan hanya menutupi sebagian piringan Matahari dan hanya menutupi sebagian penumbranya di Bumi.

2. Gerhana Matahari cincin 

Gerhana Matahari cincin terjadi ketika piringan Bulan tidak cukup besar untuk menutupi seluruh piringan Matahari sehingga tepi luar Matahari tetap terlihat membentuk cincin api di langit.

Gerhana matahari cincin terjadi ketika Bulan mendekati apogee dan antumbra Bulan jatuh di Bumi.

Baca juga: Kapan Gerhana Bulan Total 2022 Terjadi? Ini Penjelasan Ahli

3. Gerhana Matahari total 

Gerhana Matahari total terjadi ketika Bulan sepenuhnya menutupi Matahari.

Fenomena ini hanya dapat terjadi ketika Bulan berada di dekat perigee, titik orbit Bulan yang paling dekat dengan Bumi.

4. Gerhana Matahari hibrida

Gerhana Matahari hibrida, yang juga dikenal sebagai gerhana cincin total, adalah jenis gerhana Matahari yang paling langka. 

Fenomena ini terjadi ketika gerhana yang sama berubah dari gerhana Matahari cincin menjadi gerhana Matahari total atau sebaliknya di sepanjang jalur gerhana.

Gerhana Bulan

Gerhana bulan terjadi pada fase bulan purnama. Ketika Bumi diposisikan tepat di antara Bulan dan Matahari, bayangan Bumi jatuh ke permukaan Bulan, meredupkannya dan terkadang mengubah permukaan Bulan menjadi berwarna merah selama beberapa jam. 

Baca juga: Begini Proses Terjadinya Gerhana Bulan Sebagian

Dilansir dari NASA, ada tiga jenis gerhana bulan, yakni:

1. Gerhana Bulan total

Bulan bergerak ke bagian dalam bayangan Bumi atau umbra. Beberapa sinar matahari yang melewati atmosfer Bumi mencapai permukaan Bulan, meneranginya dengan remang-remang. 

2. Gerhana bulan sebagian

Posisi sejajar Matahari, Bumi, dan Bulan yang tidak sempurna mengakibatkan Bulan hanya melewati sebagian dari umbra Bumi. 

Bayangan itu tumbuh dan kemudian surut dan tidak sepenuhnya menutupi Bulan.

3. Gerhana bulan penumbra

Bulan bergerak melalui penumbra Bumi atau bagian terluar yang samar dari bayangannya. 

Dalam kondisi ini, Bulan tampak sangat redup sehingga sulit untuk dilihat.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com