Kompas.com - 29/05/2022, 16:30 WIB

KOMPAS.com - Salah satu masalah yang dialami hutan di Indonesia adalah kebakaran lahan gambut. Indonesia memiliki banyak lahan gambut sehingga mudah mengalami kebakaran, terutama pada musim kemarau.

Lahan gambut

Lahan gambut adalah kawasan dengan tanah gambut. Sifat tanah gambut mirip dengan spons yang mampu menyerap dan menahan air. Namun, sebaliknya, pada musim kemarau tanah gambut akan menjadi sangat kering dan mudah terbakar.

Dilansir dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), tanah gambut mengandung bahan bakar berupa sisa tumbuhan sampai di bawah permukaan tanah.

Sehingga, jika terjadi kebakaran, api akan menjalar di bawah permukaan tanah secara lambat. Ini membuat kebakaran sulit dideteksi secara dini dan baru terdeteksi setelah terjadi kebakaran yang luas diikuti dengan asap yang tebal.

Kebakaran lahan gambut menjadi masalah karena sulit dipadamkan dan bisa berlangsung selama berhari-hari. Sebab, kondisi tipe kebakaran pada lahan gambut adalah tipe ground fire atau kebakaran bawah yang meluas di bawah permukaan secara horizontal. Oleh karena itu pemadamannya pun perlu didukung dengan pemadaman melalui udara atau water bombing agar api bisa cepat padam.

Penyebab kebakaran lahan gambut

Kebakaran lahan gambut sering terjadi di Indonesia dan menjadi bencana yang berskala luas. Penyebab kebakaran lahan gambut bisa dipicu oleh faktor alam dan faktor manusia. Salah satu fenomena yang memicu kebakaran lahan gambut di Indonesia adalah El Nino.

Contohnya pada kebakaran hutan pada tahun 1997 dan 2015 menunjukkan bahwa anomali iklim El Nino bersamaan dengan musim kemarau yang mengeringkan lahan gambut menghasilkan kebakaran yang sangat parah. Pada tahun 2020, Indonesia menempati urutan ketiga dunia dalam pencemaran akibat kebakaran hutan.

Selain El Nino, faktor iklim yang juga menyebabkan kebakaran lahan gambut adalah kekeringan, angin kencang, dan kondisi fisik lahan gambut yang terdegradasi.

Baca juga: 6 Jenis Pendekatan untuk Mengatasi Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

Sedangkan faktor kegiatan manusia yang memicu kebakaran lahan gambut biasanya berkaitan dengan ekonomi. Menurut data BNPB tahun 2013, rincian kegiatan manusia sebagai penyebab kebakaran hutan adalah sebagai berikut: konversi lahan 34 persen, peladangan liar 24 persen, pertanian 17 persen, kecemburuan sosial 14 persen, dan proyek transmigrasi sebesar 8 persen.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.