Kompas.com - 27/05/2022, 10:02 WIB

KOMPAS.com - Kasus penyakit tangan, kaki, dan mulut (hand, foot, and mouth disease atau HFMD) atau flu Singapura di Malaysia meningkat 20 kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Direktur Jenderal Kesehatan Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah menjelaskan, terdapat 47.209 kasus HFMD yang tercatat di Malaysia hingga pekan epidemiologi ke-20, dibandingkan dengan 2.237 kasus pada 2021 untuk periode yang sama.

Dituliskan New Straits Times, kasus yang terjadi tahun ini melibatkan anak-anak berusia 6 tahun ke bawah, berusia 7-12 tahun, dan 12 tahun ke atas.

Berdasarkan surveilans jenis enterovirus tahun ini, ada tiga virus utama yaitu Coxsackie A16 (CA16), Coxsackie A6 (CA6), dan Enterovirus 71 (EV71).

Berapa lama masa inkubasi HFMD atau flu Singapura?

Hand, foot, and mouth disease (HDMF) atau penyakit tangan kaki mulut disebut juga flu Singapura. Ini merupakan penyakit yang disebabkan virus dari genus enterovirus.

Spesies enterovirus yang paling sering menyebabkan HFMD adalah Coxsackievirus dan Human Enterovirus 71 (HEV 71).

Baca juga: Ramai Flu Singapura Menyerang Anak-anak di Malaysia hingga Indonesia, Apa Itu?

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), penyakit ini sebenarnya cukup sering ditemui pada anak dan bayi.

Masa inkubasinya berlangsung selama 3-7 hari. Penyakit ini cukup menular, dengan masa penularan paling tinggi pada minggu terinfeksi.

Tidak ada pencegahan khusus untuk HFMD, tapi risiko tertular dapat diturunkan dengan

Umumnya penyakit ini diawali dengan demam, nyeri tenggorokan atau menelan, nafsu makan yang menurun, dan nyeri atau tidak enak badan.

Setelah demam satu sampai dua hari, timbul bintik-bintik merah di rongga mulut, umumnya berawal di bagian belakang langit-langit mulut, yang kemudian pecah menjadi sariawan.

Lalu, dalam satu sampai dua hari akan timbul ruam-ruam kulit dan bintik-bintik merah di telapak tangan dan kaki.

Kelainan selaput lendir dan kulit pada penyakit flu Singapura atau HFMD dapat timbul di tungkai, lengan, bokong, dan kulit sekitar kemaluan.

Baca juga: Flu Singapura: Penyebab, Gejala, Penularan hingga Pengobatannya

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.