Kompas.com - 25/05/2022, 11:32 WIB

KOMPAS.com - Mengantisipasi meluasnya penularan cacar monyet, Badan Keamanan Kesehatan Inggris menyarankan untuk isolasi diri selama 21 hari bagi siapa pun atau kelompok yang berisiko tinggi terkena penyakit monkeypox.

Kelompok berisiko tinggi terpapar cacar monyet yakni termasuk siapa saja yang memiliki kontak langsung atau serumah dengan kasus yang dikonfirmasi.

Isolasi cacar monyet pada orang yang melakukan kontak langsung, disarankan memberikan perincian pelacakan kontak, tidak berpergian, dan menghindari kontak dengan orang yang mengalami imunosupresi, wanita hamil, dan anak-anak di bawah 12 tahun.

 

Terkait kelompok berisiko tinggi terpapar cacar monyet seperti dilansir dari BBC, Rabu (25/5/2022), seseorang dianggap berisiko tinggi tertular infeksi jika pernah melakukan kontak seksual, serumah, atau mengganti tempat tidur orang yang terinfeksi tanpa mengenakan alat pelindung diri (APD).

Orang lain yang mungkin telah melakukan kontak dengan suatu kasus tidak perlu tinggal di rumah dan mengisolasi diri, tapi harus waspada terhadap gejala demam dan ruam.

Adapun Inggris telah mengonfirmasi 21 kasus penularan cacar monyet, dengan kasus cacar monyet di Inggris Raya yang pertama ditemukan di Skotlandia. Selain itu, lebih dari 80 kasus telah diidentifikasi di seluruh Eropa, Amerika Serikat, Kanada, Israel, dan Australia.

Baca juga: WHO Sebut Cacar Monyet Tantangan Berat bagi Dunia, Kenapa?

Penularan infeksi cacar monyet

Monkeypox atau cacar air adalah infeksi virus langka yang paling umum terjadi di daerah terpencil di Afrika tengah dan barat.

Penyakit yang pertama kali ditemukan pada monyet ini cenderung tidak mudah menular antar manusia, tapi dapat ditularkan melalui kontak fisik yang dekat termasuk hubungan seksual.

Bagi kebanyakan orang, infeksi akan menghilang dalam waktu 2-4 minggu. Sementara itu, infeksi biasanya hilang dengan sendirinya dan berlangsung antara 14-21 hari.

Gejala cacar monyet biasanya diawali demam, sakit kepala, bengkak, nyeri punggung, dan nyeri otot. Setelah demam pecah, ruam dapat berkembang seringkali dimulai di wajah, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya, paling sering pada telapak tangan dan telapak kaki.

Ruam bisa terasa sangat gatal atau nyeri, berubah dan melewati tahap yang berbeda sebelum akhirnya membentuk keropeng, yang kemudian rontok. Lesi dapat menyebabkan jaringan parut.

Dikutip dari laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penularan cacar monyet atau infeksi penyakit ini disebabkan oleh virus cacar monyet yang termasuk dalam famili orthopoxvirus.

Baca juga: Inggris Laporkan Kasus Cacar Monyet, Seperti Apa Gejalanya?

Halaman:


Video Pilihan

Sumber BBC,WHO
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.