Kompas.com - 24/05/2022, 18:05 WIB

KOMPAS.com - Katarak identik sebagai gangguan mata yang dialami oleh orang usia lanjut atau lansia. Namun, katarak rupanya dapat dialami siapa saja bahkan terkadang muncul sejak bayi.

Untuk diketahui, katarak adalah pengaburan lensa -- jaringan transparan di dalam mata yang berfungsi membantu meneruskan sinar untuk fokus pada retina. Hingga saat ini, penyakit tersebut belum ada obatnya, sehingga satu-satunya penanganan yang dilakukan ialah melalui tindakan operasi.

Dijelaskan Spesialis Mata Konsultan Bedah Katarak & Refraktif JEC sekaligus Direktur Utama RS Mata JEC Kedoya, Dr dr Setiyo Budi Riyanto, SpM(K), pada bayi, kondisi itu disebut dengan katarak juvenil yang biasanya terbentuk sejak usia tiga bulan sampai sembilan tahun.

"Katarak biasanya bisa terjadi pada semua orang, dari bayi, usia muda, sampai ke dewasa dan orang tua. Tapi yang terbanyak pada usia lanjut, kepala lima atau kepala enam. Kalau pada bayi namanya katarak juvenile itu bisa terjadi walaupun angkanya kecil," terang Setiyo dalam webinar, Senin (23/5/2022).

Baca juga: Bagaimana Katarak Terbentuk dan Cara Mencegahnya?

Lebih lanjut, Setiyo mengatakan, bahwa usia dewasa muda juga bisa mengalami katarak. Kondisi ini mungkin sudah ada sejak seseorang kecil, hanya saja katarak tidak terlihat.

Maka, seiring bertambahnya usia katarak akan semakin menebal sehingga pada usia tertentu gangguan pada mata itu pun akhirnya muncul.

"Katarak bisa muncul karena adanya pemakaian obat yang tidak terkontrol, contohnya obat steroid bisa menyebaban katarak komplikata (katarak yang timbul setelah infeksi)," imbuhnya.

Meski katarak bisa dialami usia muda, Setiyo menyampaikan prevalensi atau angka kejadiannya cukup rendah. Pasalnya, penyakit ini memang paling banyak dialami mereka yang berusia 50 tahun ke atas.

Berdasarkan data Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) tahun 2020, sebanyak 8 juta orang mengalami gangguan penglihatan dan 81,2 persen di antaranya disebabkan oleh katarak.

Baca juga: Selain Usia, Diabetes Juga Bisa Memicu Munculnya Katarak pada Mata

Gejala katarak

Dokter Setiyo mengungkapkan, bahwa salah satu gejala katarak yang kerap muncul adalah penglihatan yang kabur atau buram.

Sehingga, apabila ini terjadi pemeriksaan sangat diperlukan untuk menentukan penyebab dari gangguan mata tersebut.

"Biasanya dokter mata akan periksa pakai kacamata, pas cek kacamata 'oh melihatnya jelas' berarti kasus kacamata saja," ucap Setiyo.

"Tapi kalau kita udah periksa kacamata melihat tetap kabur baru kita mengeksplor lebih dalam biasanya ada gangguan organ pada mata kita sebut dengan katarak," sambungnya.

Selain itu, dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Selasa (1/11/2016) ada sejumlah gejala lain yang mengindikasikan katarak di antaranya:

  • Sensitifitas terhadap cahaya atau sinar menjadi tinggi.
  • Pada saat melihat objek benda dan cahaya dengan menggunakan satu mata saja, objek dapat terlihat seperti ganda.
  • Kesulitan melihat pada malam hari.
  • Pada saat memandang sinar akan muncul lingkaran cahaya pada penglihatan.

Baca juga: Mata Tidak Merespons Rangsang, Curigai Bayi Anda Terjangkit Katarak

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.