Kompas.com - 24/05/2022, 10:05 WIB

KOMPAS.com - Dokter Spesialis Jantung Konsultan, dr Rarsari Soerarso SpJP(K) mengatakan, perempuan memiliki risiko tinggi terhadap penyakit gagal jantung, terutama saat masa hamil dan beberapa bulan setelah melahirkan.

“Penelitian itu sudah ada yang menunjukkan, perempuan itu menderita penyakit jantung yang banyak,” kata dokter yang akrab disapa Riri dalam Media Interview bertajuk ‘Upaya Meningkatkan Kesadaran serta Pemahaman Masyarakat Mengenai Penyakit Gagal Jantung’ pada Rabu (18/5/2022).

“Risiko gagal jantung ini juga bisa terjadi saat perempuan hamil dan bahkan masih bisa sampai beberapa bulan setelah melahirkan,” tambahnya.

Baca juga: Gagal Jantung: Gejala, Penyebab, dan Cara Menurunkan Risikonya

Gagal jantung adalah kondisi di mana otot-otot di dinding jantung perlahan-lahan melemah dan membesar, sehingga jantung tidak dapat memompa darah dan oksigen untuk mencukupi kebutuhan tubuh.

Awalnya, mungkin gejala dari penyakit gagal jantung belum dapat terlalu dirasakan.

Namun, seiring berjalannya waktu, jantung akan mulai berjuang memompa cukup banyak darah ke tubuh, gejala akan mulai muncul dan dapat memburuk apabila tidak ditangani segera.

Dijelaskan Riri, gagal jantung pada perempuan ini seringkali terjadi pada golden period atau masa emas selama 6 bulan, yakni 3 bulan sebelum melahirkan sampai 3 bulan setelah melahirkan.

Dalam dunia medis, kondisi gagal jantung yang muncul setelah melahirkan disebut dengan kardiomiopati postpartum.

Meski jarang terjadi, penyakit ini tergolong berbahaya, karena dapat menyebabkan komplikasi yang fatal bila terlambat ditangani.

Walaupun Riri menyebut masa emas risiko rentan perempuan setelah melahirkan mendapati gagal jantung adalah 3 bulan, penyakit ini sendiri diketahui masih bisa muncul seikita 5-6 bulan setelah melahirkan.

Gejala gagal jantung pada perempuan hamil dan setelah melahirkan

Diakui Riri, kerap kali gagal jantung pada perempuan hamil dan setelah melahirkan ini jarang ditemukan karena gejalanya yang cukup sulit dideteksi.

“Jadi kalau gagal jantung pada perempuan itu, terus terang lebih banyak tidak terlalu bergejala atau symptomatic,” jelasnya.

Namun, ada beberapa gejala yang memang harus segera dicurigai sebagai pertanda sakit gagal jantung ini.

- Dada berdebar-debar
- Terjadi pembengkakan pada tungkai kaki bawah
- Batuk di malam hari
- Sesak napas saat terlentang, ketika beristirahat di malam hari atau saat beraktivitas
- Cepat lelah bila beraktivitas ringan, seperti mandi, jalan lebih dari 300 meter atau naik tangga

Baca juga: Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Gagal Jantung?

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.