Kompas.com - 23/05/2022, 20:05 WIB

KOMPAS.com - Persiapan manusia untuk melakukan perjalanan ke luar angkasa terus dilakukan.

Bukan hanya sebagai bagian untuk menyelidiki keberadaan kehidupan lain di alam semesta, tapi penjelajahan itu mungkin juga akan dibutuhkan untuk mencari rumah baru jika suatu saat Bumi tak memungkinkan lagi untuk ditinggali.

Dan jika itu bisa terwujud, manusia pun akan benar-benar menjadi spesies antarbintang layaknya yang digambarkan dalam film sains fiksi.

Tapi kapan semua gambaran akan terjadi? Sebuah studi baru yang diunggah ke jurnal pracetak arXiv berpendapat jika manusia nampaknya bisa menjadi spesies antarplanet yang sesungguhnya hanya dalam waktu 200 tahun.

Baca juga: Wisata di Planet Mars, 8 Destinasi Mars Ini Bisa Dikunjungi di Masa Depan

Dikutip dari Live Science, Minggu (22/5/2022) untuk meninggalkan planet, manusia perlu secara drastis meningkatkan penggunaan energi nuklir dan terbarukan.

Namun secara bersamaan harus melindungi sumber energi tersebut, agar tak digunakan untuk tujuan jahat.

Jika umat manusia dapat dengan aman beralih dari bahan bakar fosil, maka perjalanan itu bukan tak mungkin akan berhasil.

"Bumi adalah titik kecil yang dikelilingi kegelapan. Pemahaman kita saat ini tentang fisika memberi tahu kita, bahwa kita terjebak di planet ini dengan sumber daya terbatas," ungkap Jonathan Jiang, pemimpin penulis studi dari Jet Propulsion Laboratory NASA.

Skala Kardashev

Pada tahun 1964, astronom soviet Nikolai Kardashev mengusulkan skema pengukuruan, yang kemudian dimodifikasi oleh Carl Sagan, untuk memperkirakan kemampuan teknologi spesies cerdas.

Menurutnya, semua bermuara pada energi dan seberapa banyak yang dapat dimanfaatkan spesies untuk tujuannya sendiri, misalnya apakah digunakan untuk menjelajah alam semesta.

Pada skema yang dibuat, Kardhashev membaginya menjadi beberapa tingkat.

Peradaban Kardashev Tipe I, spesies yang tinggal di sana dapat menggunakan semua energi yang tersedia di planet asal, termasuk semua sumber energi di dalam tanah. Semua energi jatuh ke planet itu dari bintang induknya.

Peradaban tipe II, mengonsumsi 10 kali jumlah energi dan mampu mengeksploitasi seluruh energi dari satu bintang.

Sementara spesies tipe III, dapat melangkah lebih jauh dan menggunakan sebagaian besar energi di seluruh galaksi.

Manusia sendiri jauh di bawah ambang Tipe I, tetapi konsumsi energi kita tumbuh tiap tahun. Lebih banyak orang menggunakan lebih banyak daya per kapita, tetapi daya itu ada harganya, yaitu ancaman terhadap biosfer karena pelepasan karbon dan polutan.

Selain itu juga risiko yang ditimbulkan oleh kemampuan untuk menggunakan sarana penyimpanan dan pengiriman energi yang kuat untuk tujuan destruktif, seperti bom nuklir.

Baca juga: Peneliti Kanada Mengeklaim Temukan Cara ke Mars Hanya dalam 45 Hari

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.