Kompas.com - 23/05/2022, 18:31 WIB


KOMPAS.com - Fenomena Matahari di atas Ka'bah akan terjadi pada 28 Mei 2022, dan 15 Juli 2022 mendatang. Peristiwa ini dapat digunakan umat Islam di Indonesia, untuk mengecek kembali arah kiblat.

Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang, menjelaskan Ka'bah adalah bangunan suci yang berada di tengah-tengah Masjidil Haram, Arab Saudi.

Keberadaannya menjadi kiblat untuk Muslim di seluruh dunia dalam melaksanakan salat.

Ka'bah terletak pada 21°25'20,91' LU, yang mana ini di antara 23°26'LU dan 23°26'LS, sehingga pada tanggal tertentu, Matahari akan berada di atas Ka'bah di tengah hari. Adapun fenomena itu akan berlangsung dua kali dalam setahun.

"Secara astronomis, fenomena ini terjadi ketika deklinasi Matahari bernilai sama atau kecil selisihnya dengan lintang geografis Ka'bah," terang Andi dikutip dari laman Edukasi Sains Antariksa LAPAN, Jumat (20/5/2022).

Hal ini, lanjut dia, terjadi karena sumbu rotasi Bumi memiliki kemiringan 66°34' terhadap bidang edar Bumi (ekliptika), sehingga mengalami pergerakan semu tahunan yang bervariasi antara -23°26' hingga 23°26' terhadap khatulistiwa.

Ia menambahkan, variasi pergerakan semu tahunan ini disebut juga sebagai deklinasi Matahari. Saat itu terjadi, akan bernilai sama atau selisihnya kecil dengan lintang geografis pengamat.

Baca juga: Bulan Ini Ada Peristiwa Matahari di Atas Kabah untuk Verifikasi Arah Kiblat, Catat Tanggalnya!

Artinya, Matahari akan berada tepat di atas kepala pengamat atau zenit saat tengah hari, sehingga fenomena ini juga dinamakan sebagai Kulminasi Agung (Great Culmination/Istiwa'ul A'zham).

"Kulminasi agung yang terjadi di Ka'bah dapat digunakan untuk mengecek dan meluruskan arah kiblat, hal ini karena bayangan benda yang terbentuk akan mengarah ke Ka'bah saat Matahari berada di atas Kakbah," ujarnya.

Dalam ilmu falak, Kulminasi Agung di Ka'bah atau Matahari di atas Ka'bah disebut juga sebagai Rashdul Qiblah yang bermakna 'meluruskan kiblat'. Itu terjadi secara global atau serentak di seluruh dunia.

Ada juga Rashdul Qiblah lokal atau harian yaitu ketika Matahari terletak pada jalur yang menghubungkan Ka'bah dengan lokasi yang ingin dicek arah kiblatnya. Sehingga, waktu terjadinya dapat berubah-ubah setiap hari.

Lantas, kapan waktu Matahari di atas Ka'bah?

Andi menjabarkan bahwa, dilihat dari perhitungan di Stellarium PC ver0.22, Matahari akan mencapai nilai deklinasi pada 28 Mei 2022 pukul 03.12.58 waktu Saudi atau 07.12.58 WIB.

Selanjutnya, fenomena Matahari di atas Ka'bah 15 Juli 2022 terjadi pada pukul 23.01.42 waktu Saudi, atau 16 Juli pukul 03.01.42 WIB.

Baca juga: Fenomena Langit Juli 2021: Matahari di Atas Kabah hingga 2 Hujan Meteor

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.