Kompas.com - 18/05/2022, 09:03 WIB


KOMPAS.com- Saat sedang memasak sambil memainkan ponsel di sebuah area camping, seorang wisatawan tewas tersambar petir di Camp Gayatri, Cisarua, Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Sabtu (14/5/2022).

Wisatawan tersebut bernama Ajeng Wahyuni (18), asal Bekasi, Jawa Barat.

Diceritakan bahwa saat itu cuaca sedang mendung, Ajeng yang sedang memasak sambil memainkan ponsel di depan tenda kemah tiba-tiba tersambar petir sekitar pukul 15.15 WIB.

“Korban sedang memasak di depan tenda tempat korban menginap tersebut dan pada saat korban sedang memainkan handphone sambil memasak korban tersambar petir,” ungkap Kapolsek Cisarua Polres Bogor, Kompol Supriyanto di Bogor dikutip dari Antara, Minggu (15/5/2022).

Ponsel dan peralatan masak bukan pemicu petir

Belajar dari kasus yang dialami oleh Ajeng tersebut, peneliti petir sekaligus Guru Besar dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Reynaldo Zoro menjelaskan, petir tersebut selalu akan menyambar struktur yang tinggi, yang paling dekat dengan awan di atasnya.

“Jadi kalo main ponsel berada di tempat terbuka yang bisa kena petir, bukan karena ponselnya (seseorang itu tersambar petir),” kata Zoro kepada Kompas.com, Senin (16/5/2022).

Baca juga: Wisatawan Tewas Tersambar Petir Saat Main Ponsel, Ini Kata Ahli

Wisatawan tersebut tersambar petir saat sedang memainkan ponsel. Terkait hal ini, Zoro menjelaskan bahwa frekuensi telepon genggam tersebut sebenarnya tidak ada hubungan dengan frekuensi petir.

Selain itu, mengenai peralatan masak yang digunakan oleh Ajeng di tempat kemahnya itu juga bukanlah penghantar petir yang menyambar tubuhnya sampai mengakibatkan ia meregang nyawa.

Area camping pada umumnya merupakan daerah terbuka yang luas dan daerah itu juga merupakan daerah dengan kerapatan intensitas petir yang tinggi.

Sementara, penyebab orang tersambar petir, kata Zoro, masalah utamanya bukan ponsel dan peralatan memasak, tetapi tempat mereka berkemah itu mungkin saja tidak ada proteksi petir, dan struktur tempat atau bangunan mereka menginap itu terbuat dari besi dan baja.

Dengan kondisi kerangka besi dan baja, disertai tidak ada proteksi petir di area tersebut, sehingga jika petir menyambut strukturnya, ancaman serius pada manusia akibat side-flash, tegangan sentuh dan tegangan langkah bisa terjadi.

Lantas, bagaimana manusia bisa tersambar petir, seperti yang dialami wisatawan yang tewas tersebut?

Baca juga: Viral Satpam Tersambar Petir, Apa yang Harus Dihindari Saat Petir Menyambar?

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.