Kompas.com - 11/05/2022, 08:01 WIB


KOMPAS.com - Cuaca panas dan terik di siang hari akhir-akhir ini banyak dikeluhkan masyarakat Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun turut menjelaskan kenapa suhu sekarang panas. 

Baik di siang maupun malam hari, udara terasa panas dan gerah. Lantas, kenapa suhu sekarang panas

Terkait hal kondisi cuaca panas dan terik di Indonesia ini, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan dalam rilis, Minggu (8/5/2022), mengatakan bahwa fenomena suhu panas sekarang ini dapat dipicu oleh sejumlah faktor. 

Guswanto menjelaskan, fenomena suhu udara terik yang terjadi pada siang hari tersebut dapat dipicu oleh posisi semu matahari.

Posisi semu matahari saat ini sudah berada di wilayah utara ekuator yang mengindikasikan bahwa sebagian wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau.

 

Baca juga: Suhu Panas di Berbagai Wilayah Indonesia, Ini 3 Faktor Penyebabnya

Kondisi tersebut membuat tingkat pertumbuhan awan dan fenomena hujannya akan sangat berkurang, sehingga cuaca cerah pada pagi menjelang siang hari akan cukup mendominasi. Akibatnya, di siang hari suhu terasa panas dan cuaca begitu terik. 

Selain itu, suhu panas sekarang ini yang disebabkan oleh dominasi cuaca yang cerah dan tingkat perawanan yang rendah telah mengoptimalkan penerimaan sinar matahari di permukaan Bumi.

Hal ini menyebabkan kondisi suhu yang dirasakan oleh masyarakat menjadi cukup terik dan panas pada siang hari.

Suhu panas sekarang bukan gelombang panas

Terkait fenomena suhu panas yang terjadi akhir-akhir ini, Guswanto menjelaskan berdasarkan data hasil pengamatan BMKG, suhu maksimum terukur selama periode tanggal 1-7 Mei 2022 berkisar antara 33-36,1 derajat celsius.

Baca juga: Kenapa Suhu Udara Panas Akhir-akhir Ini? BMKG Jelaskan Penyebabnya

Ilustrasi cuaca panasshutterstock Ilustrasi cuaca panas

Suhu maksimum tertinggi hingga 36,1 derajat celsius terjadi di wilayah Tangerang-Banten dan Kalimarau-Kalimantan Utara.

Sementara, suhu maksimum tertinggi di Indonesia pada bulan April selama 4-5 tahun terakhir sekitar 38,8 derajat celsius di Palembang pada tahun 2019, sedangkan di bulan Mei sekitar 38,8 derajat celsius di Temindung Samarinda pada tahun 2018.

Kendati demikian, BMKG menegaskan bahwa cuaca panas di Indonesia bukan karena fenomena gelombang panas

Menurut World Meteorological Organization (WMO), gelombang panas adalah fenomena kondisi udara panas yang berkepanjangan selama 5 hari atau lebih secara berturut-turut di mana suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5 derajat celsius atau lebih.

 

Fenomena gelombang panas ini biasanya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Eropa dan Amerika yang dipicu oleh kondisi dinamika atmosfer di lintang menengah.

Baca juga: Bumi Makin Panas, Suhu Tahunan Diperkirakan Naik 1,5 Derajat Celsius

 

Sedangkan yang terjadi di wilayah Indonesia adalah fenomena suhu panas atau cuaca terik dalam skala variabilitas harian.

BMKG pun mengimbau agar masyarakat waspada cuaca panas sekarang ini, yang mana di siang hari cuaca panas dan terik.

Kondisi cuaca panas di Indonesia diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan Mei 2022.

Menghadapi cuaca panas akhir-akhir ini, masyarakat diimbau untuk senantiasa menjaga kondisi stamina tubuh dan kecukupan cairan tubuh terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.

Baca juga: Fenomena Suhu Udara Panas di Jakarta, Ini Penjelasan Ahli

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.