Kompas.com - 07/05/2022, 21:22 WIB
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.com - Jalan kaki adalah bentuk olahraga yang sangat baik yang dapat membantu menurunkan berat badan sekaligus memberikan manfaat kesehatan lainnya.

Namun, dibandingkan dengan jenis olahraga lain, banyak orang yang menganggap jalan kaki kurang efektif untuk menurunkan berat badan.

Lantas, benarkah demikian?

Jalan kaki membakar kalori

Dilansir dari Healthline, jalan kaki merupakan olahraga sederhana yang menarik bagi mereka yang ingin membakar kalori ekstra.

Jumlah kalori yang dibakar saat berjalan bergantung pada banyak faktor, terutama berat badan dan kecepatan berjalan.

Sebagai referensi, kecepatan berjalan rata -rata adalah 4,8 kilo per jam. 

Baca juga: 5 Cara Menurunkan Berat Badan secara Cepat Menurut Sains

Semakin cepat seseorang berjalan dan semakin tinggi berat badan, maka semakin banyak kalori yang dikeluarkan.

Faktor lain yang memengaruhi jumlah kalori yang terbakar adalah medan, suhu di luar ruangan, usia, serta jenis kelamin.

Jalan kaki bisa membantu menurunkan berat badan

Berjalan selama 1 jam setiap hari dapat membantu membakar kalori dan, pada gilirannya, menurunkan berat badan.

Dalam sebuah penelitian, 11 wanita dengan berat badan sedang kehilangan rata-rata 7,7 kg atau 10% dari berat badan awal mereka, setelah 6 bulan jalan cepat setiap hari.

Para wanita secara bertahap meningkatkan durasi berjalan mereka selama 6 bulan untuk mencapai maksimum 1 jam per hari tetapi mengalami sedikit penurunan berat badan sampai mereka berjalan setidaknya 30 menit setiap hari.

Baca juga: 5 Camilan untuk Bantu Menurunkan Berat Badan

Hasil ini menunjukkan bahwa waktu yang dihabiskan untuk berjalan mungkin berkorelasi dengan penurunan berat badan.

Studi lain mencatat bahwa wanita dengan obesitas yang berjalan 3 hari per minggu selama 50-70 menit kehilangan sekitar 2,7 kg selama 12 minggu.

Kombinasikan jalan kaki dengan pola makan sehat

Meskipun berjalan kaki dapat membantu menurunkan berat badan, ini akan jauh lebih efektif jika dikombinasikan dengan pola makan yang membatasi kalori.

Dalam studi selama 12 minggu, orang dengan obesitas membatasi kalori sebesar 500-800 per hari.

Satu kelompok berjalan 3 jam per minggu dengan kecepatan 6 kilometer per jam, sedangkan kelompok lainnya tidak berjalan.

Baca juga: Cegah Berat Badan Naik Saat Lebaran, Ini Tips dari Dokter Gizi

Sementara kedua kelompok kehilangan berat badan yang signifikan, mereka yang berada dalam kelompok berjalan kehilangan rata-rata 1,8 kg lebih banyak daripada mereka yang tidak berjalan.

Menariknya, penurunan berat badan juga dapat dipengaruhi oleh apakah seseorang berjalan terus menerus atau dalam waktu singkat.

Dalam studi selama 24 minggu, wanita dengan kelebihan berat badan membatasi asupan kalori mereka sebanyak 500-600 per hari dan berjalan cepat selama 50 menit per hari atau melakukan dua kali, 25 menit per hari.

Mereka yang melakukan dua latihan lebih pendek per hari kehilangan 1,7 kg lebih banyak daripada mereka yang melakukan 50 menit berjalan terus menerus.

Meskipun demikian, penelitian lain menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam penurunan berat badan antara berjalan terus menerus dan intermiten.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.