Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Migrain: Gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya

Kompas.com - 01/05/2022, 10:05 WIB
Mela Arnani,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Migrain sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Tentunya kondisi ini menyebabkan ketidaknyamanan bagi yang mengalaminya.

Migrain adalah sakit kepala sedang atau berat yang dirasakan sebagai nyeri berdenyut di salah satu sisi kepala. Kondisi ini sering disertai dengan mual, muntah, dan kepekaan ekstrem terhadap cahaya atau suara.

Serangan migrain bisa berlangsung selama berjam-jam, bahkan berhari-hari. Rasa sakit yang ditimbulkan sangat parah, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca juga: 5 Penyebab Migrain, Bisa Disebabkan oleh Makanan

Gejala migrain

Migrain yang memengaruhi anak-anak, remaja, maupun orang dewasa dapat berkembang melalui empat tahap yaitu prodrome, aura, serangan, dan post drome, meskipun tidak semua orang yang mengalami migrain melewati semua tahap tersebut.

- Prodromal

Satu atau dua hari sebelum migrain, mungkin melihat perubahan halus yang memperingatkan migrain akan datang, seperti:

  • Sembelit
  • Perubahan suasana hati, dari depresi menjadi euforia
  • Mengidam makanan atau nafsu makan berkurang
  • Leher kaku
  • Peningkatan buang air kecil
  • Retensi cairan
  • Sering menguap

- Aura

Bagi sebagian orang, aura mungkin terjadi sebelum atau selama migrain. Aura merupakan gejala reversibel dari sistem saraf, biasanya visual tapi dapat mencakup gangguan lainnya.

Setiap gejala biasanya dimulai secara bertahap, menumpuuk selama beberapa menit dan dapat berlangsung hingga 60 menit.

Aura migrain meliputi fenomena visual, kehilangan penglihatan, sensasi tertusuk jarum di lengan atau kaki, kelemahan atau mati rasa di satu sisi tubuh, hingga kesulitan berbicara.

Baca juga: Benarkah Diet Keto Dapat Mengobati Migrain?

 

- Serangan

Jika tidak diobati, migrain biasanya berlangsung dari 4 hingga 72 jam. Tapi seberapa sering migrain terjadi bervariasi dari orang ke orang. Migrain mungkin jarang terjadi atau menyerang beberapa kali dalam sebulan.

Adapun selama migrain terjadi, penderita dapat mengalami nyeri di satu sisi kepala, nyeri berdenyut, kepekaan terhadap cahaya, suara, bau, hingga mual dan muntah.

Baca juga: Mengenal Kanker Tiroid, Gejala, Jenis, Penyebab, dan Pengobatannya

- Post-drome atau pasca serangan

Setelah serangan migrain, mungkin akan terasa lelah, bingung, dan pusing hingga satu hari.
Penyebab

Dituliskan NHS, penyebab migrain belum diketahui secara pasti walaupun dianggap sebagai akibat dari perubahan sementara pada bahan kimia, saraf, dan pembuluh darah di otak.

Gen kemungkinan dapat berperan dalam hal ini, tapi beberapa orang menemukan serangan migrain dengan pemicu tertentu seperti akan menstruasi, tertekan, kelelahan, dan makanan atau minuman tertentu.

Pengobatan migrain

Tidak ada obat untuk migrain, tapi sejumlah perawatan tersedia untuk membantu mengurangi gejala. Perawatan tersebut meliputi:

Obat penghilang rasa sakit, termasuk parasetamol dan ibuprofen

Triptans, obat-obatan yang membantu membalikkan perubahan di otak yang dapat menyebabkan migrain

Anti-emetik, obat-obatan yang sering digunakan untuk membantu meringankan perasaan mual.

Selama serangan berlangsung, banyak orang menemukan tidur atau berbaring di ruangan gelap dapat membantu meringankannya.

Mencegah migrain

Mencegah migrain dapat dilakukan dengan menhindari pemicunya, termasuk mempertahankan gaya hidup sehat, olahraga teratur, tidur cukup, hidrasi cukup, serta membatasi asupan kafein dan alkohol.

Jika migrain yang berlangsung parah atau telah mencoba menghindari pemicunya tapi masih megalami gejala, maka dapat mendatangi dokter untuk mendapatkan obat yang membantu mencegah serangan lebih lanjut.

Baca juga: Apa Bedanya Tension Headache, Migrain dan Cluster Headache? Ini Penjelasan Dokter Saraf

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com