Kompas.com - 30/04/2022, 12:02 WIB
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.com - Osteomielitis adalah infeksi dan peradangan pada tulang. 

Osteomielitis terjadi ketika infeksi bakteri atau jamur memasuki tulang dari aliran darah atau jaringan di sekitarnya. 

Osteomielitis dapat berkembang dengan cepat. Infeksi dapat terjadi pada semua usia. 

Infeksi tulang panjang, yang terjadi di lengan atau kaki, lebih sering terjadi pada anak-anak. 

Namun, umumnya, orang dewasa yang lebih tua lebih rentan terhadap osteomielitis karena memiliki lebih banyak masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko infeksi, seperti diabetes atau masalah ortopedi yang memerlukan pembedahan.

Penyebab osteomielitis

Dilansir dari Medical News Today, osteomielitis dapat bersifat hematogen, yang berasal dari aliran darah, atau non-hematogen.

Baca juga: Mengapa Tulang Manusia Keras dan Bukan Tulang Rawan Seperti Ikan Hiu?

Osteomielitis hematogen melibatkan infeksi yang menjalar ke tulang dari aliran darah. 

Ini mungkin terjadi jika Staphylococcus aureus memasuki tubuh melalui pengobatan IV. 

Osteomielitis non-hematogen dapat terjadi akibat trauma, seperti fraktur atau luka terbuka. 

Pembedahan mungkin meningkatkan risikonya, terutama jika melibatkan bahan prostetik, seperti pin logam, sekrup, atau pelat, yang dapat membawa bakteri atau jamur.

Sementara itu, jika anak-anak memiliki osteomielitis non-hematogen, kemungkinan besar ini berasal dari trauma.

Baca juga: Fungsi Tulang Rusuk dan Tulang Tengkorak

Diabetes dan penyakit vaskular perifer (PVD) dapat membuat pengobatan lebih menantang.

Gejala osteomielitis

Gejala osteomielitis dapat bergantung pada lokasi infeksi, tingkat keparahan, usia, dan kondisi kesehatan umum.

Adapun gejala osteomielitis yang umum dialami adalah:

  • Rasa sakit yang bisa parah
  • Pembengkakan dan nyeri di daerah yang terkena
  • Lekas marah, lesu, atau kelelahan
  • Demam, menggigil, dan berkeringat
  • Perubahan warna kulit
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki dan tungkai
  • Perubahan cara berjalan, seperti pincang, pada anak-anak.

Komplikasi osteomielitis

Osteomielitis sulit diobati dan seringkali membutuhkan pemindaian, seperti CT scan, pembedahan, dan perawatan luka yang intens.

Baca juga: 7 Manfaat Kurma untuk Kesehatan Otak hingga Tulang

Seseorang dengan osteomielitis mungkin terus mengalami infeksi berulang, penyembuhan luka yang buruk, dan efek samping antibiotik. Masalah kekebalan tubuh, seperti diabetes, dapat membuat pengobatan infeksi ini menjadi lebih sulit. 

Perawatan yang berhasil mengharuskan seseorang untuk mengikuti semua panduan dari dokter dengan sangat hati-hati.

Pencegahan osteomielitis

Gejala osteomielitis bisa berbeda dari orang ke orang. Secara keseluruhan, siapa pun yang memiliki sistem kekebalan yang lemah dan memiliki gejala yang mengkhawatirkan harus mendapatkan perawatan medis.

Untuk mencegah osteomielitis, dokter merekomendasikan untuk menghindari obat-obatan terlarang yang disuntikkan, untuk penderita neuropati perifer agar selalu memakai sepatu, untuk mencegah luka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.