Video Viral Ibu dari Banyuwangi Kesal pada Baim Wong Soal Kisahnya Jadi Konten, Ini UU yang Mengatur Privasi Seseorang

Kompas.com - 22/04/2022, 12:02 WIB


KOMPAS.com- Seorang ibu dari Banyuwangi mengaku kesal kepada Baim Wong, atas konten tentang dirinya yang meminta bantuan melunasi utang disebarkan di akun YouTube Baim Paula.

Kekesalan ibu itu dituangkannya dalam sebuah video balasan usai jadi bahan bully-an netizen di akun konten YouTube Baim.

Puas mas Baim udah mengunggah video viral saya, sampai saya di-bully oleh orang seluruh Indonesia, bahkan warga Banyuwangi,” kata ibu itu dalam video.

Yang itu sangat merendahkan harga dan martabat diri saya, bahkan pencemaran nama baik,” imbuh ibu tersebut.

Kronologi konten ibu minta Baim Wong lunasi utang

Dalam video konten yang diunggah di akun YouTube Baim Paula pada 17 April 2022, diperlihatkan ibu itu mengaku datang ke Jakarta untuk menemui Baim Wong dan meminta bantuannya.

“Kalau mas Baim kiranya mau bantu saya melunasi utang-utang saya,” kata ibu itu dikutip dari YouTube Baim Paula.

Baca juga: Apa Pembelajaran dari Kasus Baim Wong, Kakek Suhud dan Nikita Mirzani?

Ia mengaku sadar kalau Baim akan marah dengan melihat dia meminta-minta, tapi ibu itu beralasan sudah terlalu banyak utang sehingga membulatkan tekad menemui Baim di Jakarta.

“Utang saya sekitar Rp 20 juta. Utang saya banyak, utang mingguan, utang harian, makanya saya tekadkan pergi ke Jakarta,” jawab ibu itu.

Kalau enggak segitu juga enggak apa-apa, seikhlasnya mas Baim,” tambah ibu itu.

Baim Wong sempat bertanya andai diberikan uang, akan dikirim ke mana, dan ibu itu menjawab agar ditransfer ke rekeningnya.

Kemudian, Baim Wong dibuat terkejut melihat handphone ibu tersebut yang menurutnya masih cukup bagus dan bisa dijual.

Tapi ibu itu beralasan handphone tersebut juga masih kredit.

“Ini dijual udah berapa juta lumayan. Bagus handphone-nya,” ucap Baim.

“Bukan utang saya, masa harus bayar Rp 10 juta,” kata Baim setelah ibu itu meminta dibantu bayar setengahnya.

Baca juga: Kasus Baim Wong, Kakek Suhud dan Nikita Mirzani, Begini Sosiolog Menilainya

Terkait Baim Wong dimintai tolong lunasi utang, di akhir video, Baim juga meminta maaf karena tidak bisa membantu ibu itu.

“Saya minta maaf ya, maaf saya belum bisa bantu,” kata Baim Wong.

Video tersebut kemudian viral dan banyak yang mengkritik sikap ibu tersebut.

Bahkan, pada video balasan ibu yang mengungkapkan kekesalannya itu, ternyata ia justru semakin mendapatkan banyak kritikan dari netizen.

Baim Wong selalu menegaskan, dirinya mengunggah video orang-orang yang datang ke rumah dan meminta bantuan itu dengan tujuan memberitahu dan mengingatkan bahwa dia tidak akan menolong orang yang dengan sengaja mendatangi rumah atau kantornya.

Aturan mengunggah video privasi seseorang menjadi konten

Dalam persoalan Baim Wong terkait mengunggah video privasi seseorang untuk dijadikan konten, yang mengundang keramaian netizen ini bukan hanya sekali.

Sebelumnya Baim Wong juga pernah membuat kesal kakek Suhud, saat dirinya menegur sang kakek yang mencoba mendekati dirinya dengan maksud utama menjual buku-buku dagangan kakek Suhud.

Baca juga: Banyak Netizen Kecewa pada Sikap Baim Wong, Sosiolog Nilai Wajar

Namun, Baim Wong pada saat itu kesal, ia pun menegur kakek Suhud agar tidak mengejar-ngejar dirinya dan meminta-minta uang.

Pada saat yang sama, ia justru membagi-bagikan uang pada ojek online dan juga pedagang warung didekatnya.

Kisah ini sempat viral beberapa waktu lalu, sampai akhirnya keduanya bertemu kembali dan berdamai.

Terlepas dari seberapa jauh persoalan antara Baim Wong dan ibu dari Banyuwangi itu akan berlanjut, perlu kita ketahui bagaimana sebenarnya menjaga diri dari konten-konten yang menyinggung privasi orang lain.

Ranny Rastati dari Pusat Riset Masyarakat dan Budaya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pemberitaan Kompas.com 3 Oktober 2021 mengatakan, sebenarnya di Indonesia sudah ada peraturan dan Undang-Undang (UU) yang mengatur soal privasi.

Baca juga: Soal Baim Wong, Indonesia Punya Peraturan dan UU yang Mengatur Privasi

"Seperti UUD 1945 pasal 28G tentang hak perlindungan diri, kemudian ada UU ITE pasal 27 tentang larangan mendistribusikan atau mentransmisikan konten bermuatan penghinaan atau pencemaran nama baik," kata Ranny.

Untuk itu, mengenai konten-konten semacam ini, Ranny berkata seharusnya pembuat konten minta izin dulu kepada orang yang muncul di dalam kontennya.

"Saya rasa sebelum sebuah konten diunggah di media sosial, pembuat konten wajib meminta izin kepada orang yang muncul di dalam konten," ungkapnya.

"Apalagi jika sampai menampilkan wajah secara jelas."

Ini merupakan hal penting dan paling mendasar dalam membuat konten, apalagi sudah ada UU yang mengaturnya.

Selain itu Ranny juga menyampaikan, hal yang perlu dipahami dari kejadian ini, apa yang terlihat dari potongan video atau gambar tidak selalu menggambarkan realita secara keseluruhan.

"Jadi sebelum memberikan judgement atau penilaian, kita perlu melakukan kroscek terhadap kebenaran sebuah informasi," pungkasnya.

Baca juga: 10 Ular Ditemukan di Rumah Baim Wong, Bagaimana agar Ular Tidak Masuk Rumah?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.