Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/04/2022, 10:02 WIB
Monika Novena,
Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

Tim Redaksi


KOMPAS.com - Orang terkaya sekaligus CEO SpaceX, Elon Musk mengungkapkan pandangannya soal kehidupan di Planet Mars saat manusia berhasil mencapainya.

Menurutnya, seperti dikutip dari Science Alert, Rabu (20/4/2022) kehidupan di Planet Merah akan berbahaya, sulit, dan penuh dengan kerja keras.

"Sangat penting untuk menekankan bahwa Mars, terutama pada awalnya, tak akan mewah. Ini akan berbahaya, sulit, dan butuh kerja keras. Bahkan tak bisa kembali dengan selamat ke Bumi," kata Musk dalam wawancara dengan Chris Anderson, head of TED conferences.

Hidup di planet dengan suhu rata-rata -62,22 derajat Celsius akan jauh lebih sulit daripada tinggal di Antartika yang memiliki suhu rata-rata -56,67 derajat Celsius.

Mars memiliki permukaan berbatu, penuh dengan gunung berapi dan ngarai.

Ilustrasi kota di Mars. Konsep SpaceX tentang kehidupan di planet Mars.SpaceX via SCIENCE ALERT Ilustrasi kota di Mars. Konsep SpaceX tentang kehidupan di planet Mars.

 

Baca juga: Elon Musk, SpaceX, dan Impiannya Membuat Koloni di Mars

Soal pandangan Elon Musk tentang kehidupan di Mars, planet ini juga memiliki sekitar sepertiga gravitasi Bumi dan atmosfer yang lebih tipis yang membuat manusia akan kesulitan bernapas.

Dan bahkan beberapa berpendapat manusia tanpa peralatan khusus akan mati dalam beberapa menit di planet ini karena tekanan atmosfer Mars yang rendah.

Namun itu lah tantangan yang ingin diambil oleh Musk. Ia menyebut ingin membangun kota di Mars dalam beberapa dekade mendatang.

Pada 2019, Elon Musk memperkirakan bahwa akan membutuhkan satu juta ton kargo untuk membangun kota mandiri dan kehidupan di Mars.

Baca juga: Elon Musk Berencana Pindahkan Populasi ke Mars, Ini Roketnya

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com