Kompas.com - 14/04/2022, 20:29 WIB

KOMPAS.com - Kesenian Reog Ponorogo sedang diusulkan Pemerintah Jawa Timur menjadi warisan budaya tak benda (WBTb) kepada UNESCO pada 18 Februari 2022.

Pengusulan kesenian Reog Ponorogo ini menyusul klaim dari Pemerintah Malaysia yang berencana untuk mengajukan kesenian reog tersebut ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai warisan budaya dari negara Malaysia.

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy pun mendukung penuh rencana pengajuan reog ke UNESCO tersebut.

“Saya mendukung penuh Reog diusulkan menjadi budaya tak benda di UNESCO. Saya upayakan supaya berhasil dan bisa menjadi kebanggaan, bukan hanya bagi masyarakat Ponorogo tapi juga seluruh Indonesia,” ujar Muhadjir, dikutip dari Kompas.id.

Baca juga: Sejarah dan Asal-usul Nama Ponorogo, Bermula dari Cerita Raden Bathoro Katong

Menanggapi polemik ini, Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta menyatakan tidak berencana untuk mendaftarkan kesenian Reog Ponorogo sebagai salah satu warisan budaya Malaysia ke UNESCO.

Wakil Duta Besar Malaysia di Jakarta Adlan Mohd Shaffieq menjelaskan, berdasarkan informasi awal yang ia terima dari Kuala Lumpur, negaranya tak ada niat untuk mengajukan kebudayaan Ponorogo tersebut ke badan PBB.

“Saya sudah berdiskusi dengan pusat mengenai ini. Berdasarkan informasi awal, Malaysia tidak berniat mengajukan Reog Ponorogo ke UNESCO sebagai miliki kami,” ujar Adlan dalam pemberitaan Kompas.com edisi 12 April 2022.

Terlepas dari polemik klaim kesenian Reog Ponorogo tersebut, berikut sejarah dan asal usul kesenian Reog Ponorogo yang masih lestarikan oleh para penggiat seni di Indonesia, khususnya masyarakat Ponorogo, Jawa Timur.

Sejarah dan asal-usul Reog Ponorogo

Melansir Harian Kompas, 13 Januari 1972, kesenian Reog Ponorogo sudah tercatat di prasasti peninggalan Kerajaan Kanjuruhan pada 760 Masehi.

Tak hanya itu, kesenian Reog Ponorogo juga tertulis dalam prasasti Kerajaan pada 1045 Masehi.

Sejarah terciptanya tarian Reog Ponorogo tidak lepas dari legenda yang diciptakan masyarakat saat itu.

Ada banyak versi mengenai asal-usul terciptanya kesenian Reog Ponorogo.

Kelana Sewandana dan Singo Barong

Salah satu versinya yaitu bermula dari kisah Kelana Sewandana, seorang Raja di Banter Angin (sekarang Ponorogo) yang ingin mempersunting Putri Kediri Dewi Dyah Ayu Sangga Langit.

Orang yang mendapat tugas untuk meminang Putri Kediri itu adalah Bujangganong yang berasal dari Kediri.

Agar tak dikenali oleh orang-orang Kediri, Bujangganong memakai topeng dengan bentuk rupa yang sangat buruk saat melamar Putri Kediri.

Singkat cerita, lamaran Bujangganong atas nama Kelana Sewandana itu diterima oleh Putri Kediri.

Namun, sang putri memberikan satu syarat, yaitu Kelana Sewanadana harus mengalahkan Singa Barong yang ada di Alas Roban.

Syarat itu disanggupi dan sebuah pasukan kuda dikirim ke hutan untuk mencari Singa Barong.

Dalam pertempuran di hutan ternyata pasukan-pasukan yang dikirim itu telah dikalahkan oleh Singa Barong, sehingga memaksa Kelana untuk turun tangan secara langsung.

Ketika merasa tertekan, Kelana pun membanting sumpingnya ke tanah dan berubah menjadi dua ekor burung Merak. Sumping adalah perhiasan di atas telinga.

Keindahan burung Merak itu pun membuat Singa Barong terlena.

Saat Singa Barong sedang terlena, kelengahan itu dimanfaatkan Kelana dengan mencambukkan senjatanya yang bernama “Pecut Saman”.

Dengan cambukan Pecut Saman, Singa Barong berhasil dikalahkan.

Kemenangan itu membawa Kelana Swandana bisa diterima untuk mempersunting Putri Kediri Dewi Dyah Ayu Sangga Langit.

Saat pesta perkawinan keduanya digelar, mereka diiringi oleh arak-arakan Singa Barong dengan dua Merak bertengger di atasnya.

Dari sinilah kemudian dikembangkan menjadi permainan reog.

Baca juga: Sejarah Akulturasi Budaya China dalam Wayang Cina Jawa di Yogyakarta

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dikira Benda Suci, Ukiran Burung Hantu dari Zaman Tembaga Ini Ternyata Mainan Anak

Dikira Benda Suci, Ukiran Burung Hantu dari Zaman Tembaga Ini Ternyata Mainan Anak

Oh Begitu
Pengertian Moonbow dan Proses Terbentuknya

Pengertian Moonbow dan Proses Terbentuknya

Fenomena
Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

Oh Begitu
Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

Oh Begitu
5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

Oh Begitu
Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Oh Begitu
Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

Oh Begitu
4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

Oh Begitu
Apa Makanan Ikan Piranha?

Apa Makanan Ikan Piranha?

Oh Begitu
Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

Fenomena
Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

Kita
Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

Oh Begitu
Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

Oh Begitu
5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

Oh Begitu
Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

Oh Begitu
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.