Kompas.com - 12/04/2022, 17:01 WIB


KOMPAS.com- Menahan diri dari haus dan lapar menjadi tantangan tersendiri saat berpuasa, terlebih pada negara yang memiliki waktu puasa terlama di dunia.

Umat Islam di dunia saat ini sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1443 Hijriyah. Di Indonesia, ibadah puasa Ramadhan 1443 Hijriyah dilaksanakan mulai pada tanggal 2 April 2022 oleh Muhamamdiyah, dan 3 April 2022 berdasarkan ketetapan pemerintah.

Rata-rata lama waktu puasa di Indonesia pada Ramadhan 1443 Hijriyah kali ini adalah sekitar 13 jam 20 menit.

Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ada negara-negara yang menjalankan puasa hanya dengan durasi 11 jam, bahkan ada pula negara yang menjalankan waktu puasa terlama hingga 15 jam.

Namun, negara-negara manakah yang memiliki waktu puasa terlama dan tercepat di dunia itu?

Perhitungan durasi waktu puasa di dunia

Astronom amatir Indonesia sekaligus Pembimbing dan Pendamping Forum Kajian Ilmu Falak (FKIK) Gombong dan Majelis kajian Ilmu Falak (MKIK) Kebumen Jawa Tengah, Marufin Sudibyo menjelaskan, negara-negara yang berada di bagian utara bumi akan menjalani durasi puasa terlama atau lebih panjang, dibandingkan dengan mereka yang tinggal di selatan bumi.

Baca juga: Ini Kota dengan Durasi Waktu Puasa Terlama di Indonesia

Sebelum menyebutkan daftar negara yang akan menjalankan waktu puasa terlama di dunia dan puasa tercepat, Marufin mengingatkan agar Anda lebih dahulu memahami bagaimana perhitungan durasi waktu puasa yang benar.

Durasi puasa adalah dari awal Subuh hingga awal waktu Maghrib. Awal waktu Subuh ditandai terbitnya cahaya fajar nyata (fajar shadiq) yang bergantung kepada tinggi Matahari di bawah horizon.

Pada negara-negara khatulistiwa, tinggi Matahari untuk terbitnya cahaya fajar nyata adalah 20 derajat di bawah horizon timur. Sementara, di negara-negara sub tropis pada tinggi 18 derajat di bawah horizon timur.

Sedangkan, awal waktu Maghrib ditandai tepat terbenamnya Matahari, yang berkorelasi dengan tinggi Matahari 1 derajat di bawah horizon barat pada tempat yang berkedudukan di elevasi permukaan laut.

Pada dasarnya durasi puasa merupakan panjang siang astronomis yakni dari waktu terbit hingga terbenam Matahari, ditambahkan dengan durasi fajar nyata. Tinggi Matahari untuk suatu lokasi bergantung kepada kedudukan Matahari saat itu.

Kedudukan Matahari berbeda-beda dari satu waktu ke waktu berikutnya karena mengikuti gerak semu tahunan Matahari yang bersifat siklus, yakni di antara deklinasi -23,5 derajat hingga deklinasi +23,5 derajat.

Hal inilah yang kemudian mempengaruhi durasi waktu puasa di setiap negara, ada negara dengan waktu puasa terlama di dunia, demikian juga ada pula negara yang warganya menjalankan puasa dengan waktu tercepat.

Baca juga: Bukti Bumi Bulat, Burj Khalifa Punya 3 Zona Waktu Puasa

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.