Kompas.com - 12/04/2022, 14:05 WIB

KOMPAS.com - Diabetes merupakan masalah kesehatan yang berkaitan dengan gula darah, telah banyak ditemukan di Indonesia.

Penyakit kronis ini ditandai dengan ciri-ciri tingginya kadar gula (glukosa) darah. Glukosa menjadi sumber energi utama bagi sel tubuh manusia.

Glukosa yang menumpuk dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik, dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh.

Baca juga: Indonesia Peringkat ke-5 Negara dengan Penderita Diabetes Terbesar di Dunia

 

Sementara itu, kadar gula darah dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas.

Pada penderita diabetes, pankreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh. Tanpa insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.

Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik, dapat timbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita.

Terdapat dua jenis diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Apa bedanya?

Diabetes tipe 1

Melansir Live Science, diabetes tipe 1 terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang sel-sel di pankreas yang membuat hormon insulin.

Hal ini mengakibatkan ketidakmampuan tubuh memproduksi insulin yang cukup untuk menjaga gula darah tetap terkendali.

Insulin sangat penting untuk metabolisme glukosa. Tanpa insulin, glukosa menumpuk dalam darah, yang seiring waktu dapat memicu komplikasi.

Menurut National Library of Medicine, belum diketahui secara jelas penyebab diabetes tipe 1. Namun, para ilmuwan memperkirakan genetika dan faktor lingkungan seperti paparan virus dapat menyebabkan tubuh keliru menyerang sel-sel di pankreas yang membuat insulin.

Beberapa faktor risiko yang diketahui termasuk riwayat keluarga dengan diabetes tipe 1, adanya gen tertentu, dan geografi.

Kasus penyakit ini lebih tinggi di daerah yang semakin jauh dari khatulistiwa, mungkin dikarenakan radiasi UV dan kekurangan vitamin D.

Baca juga: Mengkhawatirkan, Angka Diabetes Tipe 1 pada Anak dan Remaja di Indonesia Terus Naik

Gejala diabetes tipe 1

Gejala dari diabetes ini meliputi peningkatan rasa haus, lapar dan buang air kecil, penglihatan kabur, kelelahan, serta penurunan berat badan tanpa sebab.

Terkadang, tanda awal diabetes tipe ini disebut ketoasidosis diabetik (DKA), dengan gejala termasuk napas yang berbau, kulit kering atau memerah, mual atau muntah, sakit perut, kesulitan bernapas, kebingungan, dan ketidakmampuan untuk berkonsentrasi.

DKA terjadi saat tubuh tidak dapat menggunakan gula untuk energi, sehingga berubah menjadi lemak.

Ini mengakibatkan senyawa keton dilepaskan, yang membuat darah menjadi asam dan bisa beracun. Apabila tidak diobati, DKA bisa mematikan.

Seiring waktu, kadar gula darah yang tidak terkontrol pada penderita diabetes dapat menyebabkan sejumlah komplikasi yang mempengaruhi organ utama, memicu masalah serius seperti serangan jantung, stroke, kebutaan, hingga gagal ginjal.

Pengobatan diabetes tipe 1

Pasien diabetes tipe 1 membutuhkan terapi insulin untuk mengatur gula darah sehari-hari. Insulin diberikan melalui suntikan, bukan dalam bentuk obat minum.

Sementara dalam kasus yang berat, dokter dapat merekomendasikan operasi pencangkokan atau transplantasi pankreas untuk mengganti pankreas yang mengalami kerusakan.

Pasien diabetes tipe 1 yang berhasil menjalani operasi tersebut tak lagi memerlukan terapi insulin, tapi harus mengonsumsi obat imunosupresif secara rutin.

Baca juga: Studi: Tingkat Penderita Diabetes dan Obesitas Rendah di Kota Ramah Pejalan Kaki

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.