Kompas.com - 08/04/2022, 21:15 WIB

KOMPAS.com - Memasak di rumah akhir-akhir ini menjadi hal yang mudah karena tersedianya berbagai jenis daging olahan. Hanya dengan memasaknya sedikit atau menghangatkannya, maka hidangan lezat tersedia di meja Anda.

Namun, di balik kemudahan mengolah daging tersebut, tersimpan dampak negatif untuk tubuh Anda. Tahukah Anda kenapa daging olahan tidak sehat?

Ragam daging olahan

Dilansir dari WebMD, tidak ada definisi yang jelas mengenai daging olahan. Semua daging yang telah mengalami proses pengasapan, diberi garam, atau diberi zat pengawet, maka ini sudah dikategorikan sebagai daging olahan. Contohnya, sosis, daging asap, daging kalengan, daging yang dikeringkan, dan olahan lainnya.

Orang yang banyak mengonsumsi daging olahan seperti ini cenderung mengalami penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan garam, lemak, dan zat pengawet yang terkandung di dalamnya.

Orang yang mengonsumsi daging olahan memiliki pola hidup tidak sehat

Dilansir dari Healthline, orang yang banyak mengonsumsi daging olahan paling banyak dilakukan oleh orang yang memiliki gaya hidup tidak sehat. Kelompok orang ini biasanya kurang mengonsumsi sayur dan buah.

Selain itu, orang yang mengonsumsi banyak produk olahan juga cenderung banyak yang merokok dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumsi daging olahan. Inilah sebabnya daging olahan dan gaya hidup tidak sehat tersebut terakumulasi dan menyebabkan berbagai penyakit kronis.

Hal ini didukung dengan berbagai penelitian yang menemukan bahwa terdapat hubungan antara konsumsi daging olahan dengan berbagai penyakit kronis.

Baca juga: Mamalia Pemakan Daging Lebih Rentan Terkena Kanker

Berapa banyak daging olahan yang aman dikonsumsi?

Dilansir dari Harvard School of Public Health, belum ada ukuran pasti takaran daging olahan yang aman untuk dikonsumsi tanpa memberikan efek buruk pada tubuh. Namun, bukti yang sudah ada menunjukkan bahwa semakin tinggi konsumsi daging olahan maka akan semakin tinggi juga risiko terkena penyakit kronis.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.