Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Masa Subur Setelah Haid agar Cepat Hamil?

Kompas.com - 08/04/2022, 11:32 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Ketika merencanakan untuk hamil, mengetahui masa subur akan sangat membantu.

Wanita paling subur dalam satu atau dua hari ovulasi, yakni saat ovarium melepaskan sel telur. 

Tetapi, tetap ada kemungkinan hamil pada hari-hari menjelang ovulasi, jika sperma dapat bertahan selama beberapa hari di dalam tubuh wanita.

Mengetahui tanda-tanda masa subur juga bisa membantu saat merencanakan kehamilan.

Siklus menstruasi

Umumnya, wanita memiliki siklus menstruasi antara 28-32 hari. Beberapa orang memiliki siklus yang lebih pendek dan yang lainnya memiliki siklus yang lebih lama.

Baca juga: Bolehkah Ibu Hamil Berpuasa Ramadhan? Ini Kata Dokter

Hari pertama periode menstruasi dianggap sebagai hari pertama siklus menstruasi. 

Periode menstruasi ini kemudian biasanya berlangsung selama 3-7 hari.

Adapun variasi siklus menstruasi biasanya terjadi pada fase folikular yang terjadi sebelum ovulasi.

Ovulasi dan konsepsi

Dilansir dari Medical News Today, ovulasi terjadi ketika salah satu ovarium melepaskan sel telur.

Setelah dilepaskan, sel telur bergerak ke tuba falopi untuk melakukan perjalanan ke rahim, yang memakan waktu sekitar 24 jam.

Kehamilan terjadi jika sperma berjalan ke tuba falopi dan membuahi sel telur. 

Baca juga: Kapan Bercak Darah Tanda Hamil Muncul?

Jika sperma tidak membuahi sel telur, sel telur bergerak ke rahim dan pecah, siap untuk keluar dari tubuh selama periode menstruasi berikutnya.

Menghitung masa subur

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, ovulasi terjadi sekitar 14 hari sebelum seseorang mengalami menstruasi berikutnya, jika siklus bulanannya adalah 28 hari.

Kebanyakan wanita mengalami ovulasi antara hari 11-21 dari siklus mereka. 

Hari pertama periode menstruasi terakhir adalah hari pertama dari siklus. 

Bagian dari siklus sekitar ovulasi disebut sebagai jendela subur karena kemungkinan kehamilan paling tinggi saat ini. 

Misalnya, jika ovulasi terjadi pada hari ke-14, seseorang dapat hamil pada hari itu atau dalam 24 jam berikutnya.

Baca juga: Ibu Hamil Boleh Puasa, Asalkan...

Namun, masa subur mereka dimulai beberapa hari sebelum ovulasi karena sperma dapat bertahan hingga 5 hari di dalam tubuh wanita. 

Jadi, meskipun seseorang tidak melakukan hubungan seks pada hari ke 14 atau 15, masih mungkin untuk hamil jika melakukan hubungan seks tanpa menggunakan kontrasepsi pada hari ke 9-13.

Berdasarkan penelitian di tahun 2018, kemungkinan pembuahan meningkat dari hari ke-8, mencapai maksimum pada hari ke-13, dan menurun pada hari ke-30.

Namun, penting untuk dicatat bahwa temuan ini hanya sebagai karena setiap orang bisa memiliki siklus yang berbeda.

Tanda-tanda ovulasi

Mengetahui tanda-tanda ovulasi dapat membantu seseorang melacak masa suburnya.

 

Baca juga: 6 Penyebab Keguguran yang Sering Tidak Disadari Ibu Hamil

Adapun tanda-tanda ovulasi yang umum meliputi:

  • Kram ringan di perut bagian bawah
  • Keputihan yang lebih basah, lebih jernih, dan lebih licin seperti putih telur
  • Sedikit peningkatan suhu tubuh basal
  • Dorongan seks yang lebih tinggi

Beberapa dari tanda-tanda ini, seperti suhu tubuh basal, akan terus berubah setelah ovulasi.

Untuk alasan ini, seseorang tidak bisa hanya menggunakan suhu untuk memprediksi masa subur.

Selain mengidentifikasi tanda-tanda ovulasi, pilihan lainnya adalah dengan menggunakan alat prediksi ovulasi atau monitor kesuburan.

Alat bantu ini mengukur kadar hormon tertentu dalam urin untuk menentukan hari ovulasi setiap bulan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com