Kompas.com - 06/04/2022, 17:30 WIB

KOMPAS.com - Munculnya varian baru Covid-19 Omicron XE di tengah negara-negara di dunia yang sedang mempersiapkan diri menuju status endemi, telah menyedot perhatian banyak pihak.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan, bahwa varian Omicron XE merupakan gabungan atau rekombinan dari dua varian yang telah ada, yaitu BA.1 dan BA.2.

Menanggapi kemunculan varian baru tersebut, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengimbau masyarakat agar tidak perlu takut yang berlebihan, dikarenakan rekombinasi virus bukanlah suatu hal baru.

“Sudah banyak terjadi termasuk pada virus selain Covid-19. Terlebih lagi, ketakutan yang berlebihan pun akan berpengaruh pada imunitas tubuh menghadapi berbagai ancaman penularan penyakit di sekitar kita,” ujar Wiku dalam keterangan tertulis seperti dikutip Kompas.com, Rabu (6/4/2022).

Baca juga: WHO Laporkan Varian Baru Virus Corona XE di Inggris, Apa Itu?

Jika merujuk data awal penelitian, kemampuan penularan Omicron XE sekitar 10 persen lebih tinggi dari Omicron BA.2.

Tapi, WHO menekankan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai temuan tersebut.

Pada 5 April 2022, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, belum menemukan adanya varian yang pertama kali terdeteksi di Inggris ini.

“Pemerintah selalu memantau dan menggunakan data terkini dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam berbagai penyesuaian kebijakan,” pungkas dia.

Varian Omicron XE

Inggris telah melaporkan lonjakan kasus virus corona, yang salah satunya disebabkan kemunculan hibrida dari dua strain Omicron, BA.1 dan BA.2.

Diperkirakan, varian baru ini menyebar 10 kali lebih mudah dibandingkan subvarian BA.2, yang lebih mudah menular daripada Omicron asli yang terkenal dengan kemudahan menginfeksi.

Deseret News menuliskan, WHO telah mengakui varian ini dan telah mengeluarkan peringatan tentang penularannya, dengan menyebut penyebaran Omicron XE jauh lebih cepat dibandingkan varian sebelumnya.

Baca juga: 7 Fakta Deltacron, dari Potensi Bahaya hingga Tingkat Penularan dan Kematian

Selain di Inggris dan Thailand yang telah mengonfirmasi adanya infeksi virus varian baru ini, otoritas di Israel menemukan dua pelancong yang terinfeksi varian rekombinan BA.2 dan BA.2.

Meski rekombinan Omicron XE telah menunjukkan tingkat pertumbuhan bervariasi, belum dapat dipastikan apakah mempunyai keunggulan pertumbuhan yang sebenarnya.

“Varian rekombinan bukanlah kejadian yang tidak biasa, terutama ketika ada beberapa varian yang beredar, dan beberapa telah diidentifikasi selama pandemi hingga saat ini,” ujar kepala penasihat medis untuk Badan Keamanan Kesehatan Inggris Susan Hopkins.

"Seperti jenis varian lainnya, sebagian besar akan mati dengan relatif cepat," pungkas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.