Kompas.com - 06/04/2022, 04:01 WIB

KOMPAS.com - Ketika menjalankan ibadah puasa Ramadhan, sebagian besar orang cenderung mengonsumsi makanan berlebihan pada saat berbuka dan sahur.

Hal ini pada akhirnya berpotensi meningkatkan kadar kolesterol lantaran terlalu banyak konsumsi makanan seperti gorengan, daging berlemak, hinga makanan bersantan.

Sehingga, sangat penting untuk menjaga kadar kolesterol dalam tubuh selama menjalankan puasa Ramadhan untuk mencegah berbagai penyakit.

"Dengan menjaga kadar kolesterol dalam tubuh akan menurunkan risiko terjadinya penyakit berbahaya seperti serangan jantung dan stroke," ujar dokter spesialis penyakit dalam Primaya Hospital Bhakti Wara, dr Mauludi Rachmantya Tranggana, Sp.PD, kepada Kompas.com, Selasa (5/4/2022).

Baca juga: Adakah Jenis Minyak yang Aman untuk Kolesterol?

"Terutama pada populasi yang berisiko seperti orang lansia, orang dengan penyakit diabetes, dan orang dengan riwayat darah tinggi dan diabetes," lanjutnya.

Menurut dia, kolesterol naik dapat disebabkan asupan harian atau dari produksi organ hati.

Kadar kolesterol dalam tubuh naik, juga dikarenakan asupan makanan yang mengandung kadar lemak jenuh tinggi seperti produk susu, daging, cokelat, serta kue-kue manis.

"Selama puasa, sumber kolesterol tertinggi tersering adalah pada saat berbuka puasa yang berlebih, di mana makanan yang dikonsumsi selama berbuka melebihi kebutuhan tubuh, sehingga banyak makanan tersebut disimpan dalam sel lemak dan menjadi kolesterol dalam tubuh," ungkap Mauludi.

Cara menjaga kadar kolesterol selama puasa Ramadhan

Dihubungi secara terpisah, dokter spesialis penyakit dalam di Primaya Evasari Hospital dr Hendra Gunawan, Sp.PD, mengatakan cara menjaga kadar kolesterol ialah mengonsumsi makanan yang bergizi.

"Untuk menjaga kadar kolesterol saat puasa, yang direkomendasikan adalah tetap makan makanan yang bergizi dan seimbang, serta beraktivitas fisik," jelas Hendra, Senin (4/4/2022).

Senada dengannya, Mauludi menyampaikan bahwa cara menjaga kadar kolesterol selama puasa adalah konsumsi lebih banyak makanan berserat dan minum suplemen yang mengandung minyak ikan dengan omega-3, DHA serta EPA.

"Untuk kegiatan yang direkomendasikan adalah sesuai kemampuan tubuh, lebih diutamakan olahraga ringan di sore hari menjelang berbuka puasa, dikarenakan risiko dehidrasi akibat olahraga lebih rendah karena mendekati waktu berbuka puasa," terang Mauludi.

Adapun makanan yang bisa dikonsumsi guna menjaga kadar kolesterol selama berpuasa adalah makanan dengan banyak serat seperti sayur dan buah, kacang-kacangan, maupun ikan. Selain itu, banyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi saat puasa.

Sementara, makanan yang sebaiknya dihindari saat berbuka adalah yang mengandung banyak gula murni tanpa serat, serta makanan yang tinggi lemak jenuh.

Hindari pula minuman manis seperti minuman berkarbonasi, dan berkafein misalnya kopi.

Baca juga: Cara Mencegah Asam Lambung Naik pada Penderita Mag Selama Puasa

 

Manfaat puasa untuk menurunkan kolesetrol

Puasa sebenarnya bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi sangat bermanfaat untuk kesehatan, khususnya orang dengan kolesterol tinggi.

Dokter Hendra menuturkan, saat berpuasa terjadi pembatasan asupan makanan. Baik secara langsung maupun tidak langsung, kata dia, pembatasan asupan itu bermanfaat bagi tubuh.

"Studi terdahulu melaporkan, bahwa pembatasan tersebut secara tidak langsung dapat memperbaiki kadar kolesterol dalam darah," paparnya.

Baca juga: Cara Menjaga Gula Darah Penderita Diabetes Tetap Terkendali Selama Puasa

Lebih lanjut, dia berkata bahwa kadar kolesterol saat puasa Ramadhan akan bergeser dengan menurunnya kolesterol dan trigliserida dalam darah. Kemudian, menaikkan HDL atau kolesterol baik dalam tubuh.

Saat berpuasa asupan makanan yang mengandung lemak jenuh berkurang, dan secara perlahan kolesterol dalam tubuh akan menurun. Manfaat puasa ini pun bisa menurunkan risiko terkena serangan jantung dan stroke.

"Dalam fisika normal, kolesterol dalam tubuh berkontribusi pada kejadian stroke dan jantung dengan cara kolesterol tersebut mengendap di pembuluh darah dan menghambat aliran darah, ini berbahaya jika sumbatan aliran darah tersebut di jantung atau di otak," ucap Mauludi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.