Kompas.com - 31/03/2022, 13:05 WIB

KOMPAS.com Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr Dante Saksono Harbuwono menyampaikan, saat ini negara-negara G20 berkomitmen untuk berinvestasi sebanyak 20 miliar US dolar per tahun untuk mengakhiri tuberkulosis.

Hal itu sejalan dengan kesepakatan yang telah dilakukan, yakni mengeliminasi tuberkulosis di tahun 2030 mendatang.

Pasalnya, tuberkulosis (TB) adalah salah satu penyakit mematikan bahkan sebelum munculnya Covid-19. Angka kematian akibat tuberkulosis di seluruh dunia sangat besar, sehingga dibutuhkan upaya dalam hal investasi untuk mencegah pandemi selanjutnya.

"Salah satu komitmen dari pertemuan G20 side event yang diselenggarakan sekarang, adalah membuat komitmen bersama untuk melakukan investasi terhadap tuberkulosis," ujar Dante saat ditemui Kompas.com dalam Side Event Tuberkulosis G20 Indonesia yang digelar di Yogyakarta, Rabu (30/3/2022).

Baca juga: Menkes Budi Jabarkan 3 Upaya Akhiri Tuberkulosis di Tahun 2030 dalam Presidensi G20

Lebih lanjut, dirinya berkata bahwa investasi tersebut digunakan untuk penanganan vaksin, penggunaan obat, dan ditambah untuk penelitian riset tuberkulosis sebanyak 4 miliar US dolar per tahunnya.

"Ajakan (investasi tuberkulosis) kita dimotori oleh G20, akan di-sounding (disuarakan) ke WHO, global fund, para donor dan mereka yang berkecimpung di bidang tuberkulosis di seluruh dunia," imbuhnya.

Semua langka itu diambil agar angka kematian akibat tuberkulosis, tidak menjadi momok yang menakutkan lagi di seluruh dunia.

"Dan kita harapkan lagi melakukan eradikasi angka TB ini di tahun 2030 di seluruh dunia," ucap Dante.

Pada kesempatan tersebut, Wamenkes Dante juga menyinggung soal target eliminasi tuberkulosis di Indonesia pada tahun 2024 yakni sebesar 95 persen. Saat ini, kata dia, target tersebut baru mencapai 49 persen sehingga diperlukan usaha keras untuk menurunkan kasusnya.

Meski selama pandemi Covid-19 masalah penanganan tuberkulosis terhambat, pengawasan terhadap penyakit ini masih gencar dilakukan. Penemuan kasus aktif tuberkulosis seperti yang dilakukan terhadap virus corona pun penting dilakukan, misalnya pada kontak dan tracing di tempat-tempat endemi yang kasusnya tinggi.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.